Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-04 Pelajaran 4 18 Oct 2025 - 24 Oct 2025

Konflik di Balik Semua Konflik

Ayat Hafalan

"**:** "Belum pernah ada hari seperti itu, haik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN" (Yosua 10: 14)."

Bacaan Pekan Ini: Yos. 5: 13-15; Yes. 37: 16; Why. 12: 7-9; Ul. 32: 17; Kel. 14: 13, 14; Yos. 6: 15-20.

Rabu (Hari #5) 22 October 2025

Tuhan Akan Berperang untuk Kamu

Pertanyaan Diskusi:
Menurut Keluaran 14: 13, 14, 25, apakah rencana Allah yang asli dan ideal mengenai keterlibatan bangsa Israel dalam peperangan?

Pada saat krisis itu, ketika bangsa Israel dipaksa masuk ke dalam kebuntuan fisik, "Musa berkata kepada bangsa itu, 'Jangan takut. Berdirilah teguh dan kamu akan melihat kelepasan yang akan diberikan TUHAN kepadamu pada hari ini. Orang Mesir yang kamu lihat hari ini tidak akan pemah kamu lihat lagi. TUHAN akan berperang untukmu, kamu hanya perlu berdiam diri'" ( Kel. 14: 13, 14, NIV). Menurut narasi Alkitab, bahkan orang Mesir sendiri pun me­ mahami kenyataan tersebut: "Marilah kita lari dari hadapan orang Israel, sebab TUHAN berperang untuk mereka melawan orang Mesir" ( Kel. 14: 25, NKJV).

Intervensi Allah yang ajaib bagi bangsa Israel yang tidak berdaya, yang tidak terlatih dalam keterampilan militer, menjadi polanya. Keluaran menjadi model, paradigma untuk intervensi Tuhan atas nama Israel. Di sini tidak hanya pertempuran yang dilakukan oleh Yahwe, tetapi Israel diminta untuk tidak berperang ( Kel. 14: 14). Allah adalah sang pejuang; inisiatif adalah milik-Nya. Dia mene­tapkan strategi, menentukan cara, danmmelakukan kampanye. Jika Yahwe tidak berperang untuk Israel, mereka tidak memiliki kemungkinan untuk berhasil.

Ellen G. White menafsirkan hal ini sebagai ungkapan dari fakta bahwa Allah "tidak merancang agar mereka mendapatkan tanah perjanjian melalui pepe­ rangan, tetapi melalui ketundukan dan ketaatan yang tidak bercacat pada perin­tah-perintah-Nya"-Ellen G. White, The Signs of the Times, 2 September 1880. Seperti pada saat pembebasan mereka dari Mesir, Tuhan akan berperang untuk mereka. Yang harus mereka lakukan hanyalah berdiri diam dan menyaksikan campur tangan-Nya yang penuh kuasa.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali Israel memiliki kepercayaan yang cukup kepada Tuhan, mereka tidak perlu berperang (lihat 2 Raj. 19, 2 Taw. 32, Yes. 37).

Dalam rencana ideal Allah, Israel tidak perlu berperang untuk diri mereka sendiri. Sebagai konsekuensi dari ketidakpercayaan mereka, yang dinyatakan setelah Keluaran, Allah mengizinkan mereka untuk mengambil bagian dalam perang melawan orang Kanaan. Dengan cara yang sama mereka tidak perlu mengangkat satu pedang pun untuk melawan orang Mesir selama Keluaran; mereka tidak perlu berperang untuk menaklukkan Kanaan ( Ul. 7: 17-19).

Pertanyaan Diskusi:
"Jika bani Israel tidak bersungut-sungut kepada Tuhan, Dia tidak akan membiarkan musuh-musuh mereka berperang melawan mereka"-Ellen G.White, The Story of Redemption, him. 134. Bagaimanakah persungutan dapat berdampak pada kehidupan kita saat ini?