Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-01 Pelajaran 8 15 Feb 2025 - 21 Feb 2025

Kebebasan Memilih, Kasih, dan Pemeliharaan Ilahi

Ayat Hafalan

"**:** "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16: 33)."

Bacaan Pekan Ini: Luk. 13: 34; Yer. 32:17- 20; Ibr. 1: 3; Ul. 6: 4, 5; Ef 1: 9- 11; Yoh. 16: 33.

Senin (Hari #3) 17 February 2025

Mahakuasa

Di seluruh Kitab Suci, kuasa Allah yang luar biasa dinyatakan. Kitab Suci memuat banyak sekali cerita tentang kuasa-Nya dan pekerjaan mukjizat-Nya. Namun, meski demikian, banyak hal terjadi yang tidak diinginkan Allah.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Wahyu 11: 17, Yeremia 32: 17-20, Lukas 1: 37, dan Matius 19: 26. Perhatikan juga Ibrani 1: 3. Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan mengenai kuasa Allah?

Ayat-ayat ini dan ayat-ayat lainnya mengajarkan bahwa Allah mahakuasa dan Dia menopang dunia dengan kuasa-Nya. Memang benar, Wahyu berulang kali menyebut Allah sebagai "TUHAN, Allah Yang Mahakuasa" (misalnya, Why. 11: 17; bandingkan dengan 2 Kor. 6: 18; Why. 1: 8; Why. 16: 14; Why. 19: 15; Why. 21: 22) dan kata yang diterjemahkan "Yang Mahakuasa" (pantokrator) secara harfiah berarti "mahakuasa." Fakta bahwa Allah mahakuasa tidak hanya ditegaskan dalam kata-kata, namun diwujudkan dalam banyak contoh menakjubkan di mana Allah menggunakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya atau secara ajaib turun tangan di dunia.

Namun, kalau mengatakan Allah "mahakuasa" tidaklah berarti bahwa Allah bisa melakukan apa pun. Kitab Suci mengajarkan bahwa ada beberapa hal yang Allah tidak dapat lakukan; misalnya, 2 Timotius 2: 13 menyatakan, Allah "tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Oleh karena itu, sebagian besar orang Kristen setuju bahwa Allah itu mahakuasa (omnipotent), yang berarti bahwa Allah mempunyai kuasa untuk melakukan apa pun yang tidak mengandung kontradiksi- yakni, segala sesuatu yang secara logis mungkin dan sesuai dengan sifat Allah. Bahwa ada beberapa hal yang tidak mungkin bagi Allah karena akan menimbulkan kontradiksi terlihat jelas dalam doa Kristus di Getsemani. Sementara Kristus menegaskan bahwa "bagi Allah segala sesuatu mungkin" ( Mat. 19: 26), Dia juga berdoa kepada Bapa ketika penyaliban semakin dekat, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku; tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" ( Mat. 26: 39).

Tentu saja, Bapa mempunyai kuasa untuk melepaskan Kristus dari penderitaan di kayu salib, namun Ia tidak dapat melakukan hal ini sembari menyelamatkan orang-orang berdosa. Itu hanya bisa salah satu saja, bukan keduanya.

Pertanyaan Diskusi:
Kitab Suci juga mengajarkan bahwa Allah ingin menyelamatkan semua orang (misalnya, 1 Tim. 2: 4- 6; Tit. 2: 11; 2 Ptr. 3: 9; Yeh. 33: 11), namun tidak semua orang akan terselamatkan. Apakah yang diajarkan oleh fakta ini tentang realitas kebebasan memilih dan batas-batas kekuasaan Allah pada makhluk yang diberi kebebasan memilih?