Allah Kita yang Berdaulat
"Allah itu berdaulat," pendeta muda itu mengajar kelompok sekolah menengahnya. "Artinya Dia mengendalikan segala sesuatu yang terjadi." Salah seorang siswa sekolah menengah yang kebingungan menjawab, "Jadi Allah yang mengendalikan ketika anjing saya mati? Mengapa Allah membunuh anjingku?"
Mencoba menjawab pertanyaan ini, pendeta muda itu menjawab: "Itu pertanyaan yang sulit. Namun terkadang Allah membiarkan kita melewati masa-masa sulit agar kita siap menghadapi hal-hal yang lebih sulit di masa depan. Saya ingat betapa sulitnya ketika anjing saya mati. Namun melalui hal itu membantu saya menghadapi masa yang lebih sulit di kemudian hari ketika nenek saya meninggal. Apakah itu masuk akal?"
Setelah terdiam cukup lama, siswa sekolah menengah tersebut menjawab, "Jadi Allah membunuh anjingku untuk mempersiapkan aku ketika Dia akan membunuh nenekku?"- Marc Cortyz, dikutip dalam John C. Peckham, Divine Attributes: Knowing the Covenantal God of Scripture (Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2021 ), hlm. 141.
Kadang-kadang orang beranggapan bahwa segala sesuatu yang terjadi itu terjadi sesuai yang Allah kehendaki. Apa pun yang terjadi di dunia ini persis seperti yang Allah inginkan terjadi. Karena Allah itu mahakuasa. Lalu, bagaimana mungkin terjadi hal yang tidak dikehendaki Allah? Jadi, apa pun yang terjadi, betapa pun buruknya, itu adalah kehendak Allah. Itulah kira-kira yang diajarkan teologi ini.
Meskipun banyak orang percaya bahwa Allah harus selalu mendapatkan apa yang Dia inginkan, Kitab Suci menampilkan keterangan yang agak berbeda. Berkali-kali Kitab Suci menggambarkan Allah mengalami keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi. Maksudnya, apa yang terjadi sering kali bertentangan dengan apa yang Allah inginkan terjadi. Dalam banyak kasus, Allah secara jelas menyatakan bahwa apa yang terjadi itu bertolak belakang dengan apa yang Dia inginkan. Dia menghendaki suatu hasil bagi umat-Nya, namun mereka malah memilih hasil yang lain. Allah sendiri meratap: "Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku …. Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku, sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan" ( Mzm. 81: 12, 14, 15).