Pendalaman
Pendalaman:Bacalah Ellen G. White, "Penyembahan Berhala di Sinai", dalam buku Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 371- 389.
Dalam konteks dosa anak lembu emas, Ellen G. White menulis: "Bangsa Israel telah bersalah dengan berbuat pengkhianatan dan melawan seorang Raja yang telah memberikan kepada mereka hal-hal yang menguntungkan, dan yang wewenang-Nya mereka akan turut sesuai dengan janji yang mereka adakan dengan sukarela. Agar pemerintahan Ilahi dapat dipertahankan, keadilan harus dinyatakan kepada pengkhianat-pengkhianat itu. Namun demikian pada saat itu rahmat Allah juga dinyatakan. Sementara Ia mempertahankan hukum-Nya, Ia memberikan kebebasan untuk memilih dan kesempatan untuk bertobat bagi semua. Hanya mereka yang berkeras dalam pemberontakan telah dibinasakan.
"Perlu dosa ini dihukum, sebagai satu kesaksian kepada bangsa-bangsa di sekelilingnya tentang kebencian Allah terhadap penyembahan berhala. Oleh menjalankan keadilan terhadap yang bersalah, Musa, sebagai alat Allah, harus mencatat satu protes yang bersifat umum serta khidmat terhadap kejahatan mereka. Apabila di kemudian hari bangsa Israel harus menghukum penyembahan berhala yang dilakukan oleh bangsa-bangsa di sekitarnya, musuh-musuh mereka akan melemparkan kepada mereka tuduhan bahwa bangsa yang mengaku Tuhan sebagai Allah mereka telah membuat patung seekor lembu dan menyembahnya di Horeb. Kemudian walaupun harus mengakui kenyataan yang menghinakan mereka itu, Israel dapat menunjukkan nasib yang mengerikan dari orang-orang yang melanggar, sebagai bukti bahwa dosa mereka tidak dibenarkan atau dimaafkan.
"Kasih tidak berbeda halnya dengan keadilan menuntut agar terhadap dosa ini dijatuhkan hukuman …. Adalah merupakan rahmat Allah di mana ribuan orang harus menderita, untuk mencegah diturunkannya hukuman ke atas jutaan manusia. Agar supaya menyelamatkan orang banyak itu, Ia harus menghukum yang sedikit"- Ellen G. White, Alfa dan Omega,jld 1, hlm. 382, 383.
Pertanyaan-Pertanyaan Untuk Diskusi: