Allah Lambat untuk Marah.
Allah menjadi marah terhadap kejahatan karena Allah itu kasih. Allah begitu berbelas kasih dan murah hati sehingga seorang nabi dalam Kitab Suci bahkan menegur Allah karena terlalu berbelaskasihan!
Reaksi Yunus terhadap kemurahan Allah dikatakan dalam dua cara. Pertama, hal itu menunjukkan kekerasan hati Yunus sendiri. Ia sangat membenci bangsa Asyur karena apa yang mereka telah lakukan kepada Israel sehingga ia tidak ingin Allah menunjukkan kemurahan apa pun kepada mereka.
Sungguh suatu pelajaran bagi kita! Kita harus berhati-hati untuk menghindari sikap yang sama, meskipun hal tersebut sungguh dapat dimengerti. Dari antara semua orang, mereka yang telah menerima kasih karunia Allah harus menyadari betapa tidak layaknya mereka menerima kasih karunia itu maka dengan demikian bersedia untuk meneruskan kasih karunia kepada orang lain.
Kedua, reaksi Yunus memperkuat betapa pentingnya kasih sayang dan anugerah Allah dalam karakter-Nya. Yunus begitu akrab dengan kemurahan Allah sehingga-justru karena Allah itu "pengasih dan penyayang" dan "Panjang sabar dan berlimpah kasih setia" ( Yun. 4: 2)--Yunus tahu bahwa Allah akan menyesal menjatuhkan penghakiman terhadap Niniwe. Allah memperlakukan semua orang dan semua bangsa dengan adil dan penuh belas kasihan.
Frasa Ibrani yang diterjemahkan "lambat marah" atau "panjang sabar" secara harfiah dapat diterjemahkan "hidung panjang." Dalam idiom Ibrani, kemarahan secara metaforis dikaitkan dengan hidung, dan panjangnya hidung secara metaforis menggambarkan berapa lama seseorang menjadi marah.
Dengan demikian, penyebutan Allah "berhidung panjang" menjelaskan bahwa Allah lambat marah dan panjang sabar. Meskipun tidak butuh waktu lama bagi manusia untuk menjadi marah, Allah sangat panjang sabar, serta mencurahkan rahmat secara cuma-cuma dan limpah, namun tanpa membenarkan dosa atau menutup mata terhadap ketidakadilan. Sebaliknya, Allah sendiri yang melakukan penebusan karena dosa dan kejahatan melalui salib sehingga Ia bisa menjadi adil sekaligus membenarkan orang-orang yang percaya kepada-Nya ( Rm. 3: 25, 26).