Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-01 Pelajaran 5 25 Jan 2025 - 31 Jan 2025

Murka dari Kasih Ilahi

Ayat Hafalan

"**:** "Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya" (Mazmur 78: 38)."

Bacaan Pekan Ini: Mzm. 78; Yunus 4:1- 4; Mat. 10: 8; Mat. 21: 12, 13; Yer. 51: 24, 25; Rm. 12: 17- 21.

Kamis (Hari #6) 30 January 2025

Menunjukkan Kasih Sayang.

Meskipun murka Ilahi adalah hal yang "mengerikan", itu sama sekali bukanlah bersifat amoral atau tanpa kasih. Sebaliknya, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Allah menyatakan murka terhadap kejahatan karena kasih-Nya. Murka Ilahi sangat mengerikan karena bahaya keji dari kejahatan itu bertolak belakang dengan kebaikan dan kemuliaan Allah.

Dalam hal ini, kasih sangatlah pentiog bagi Allah; murka tidak penting. Kalau tidak ada kejahatan atau ketidakadilan, maka tidak ada murka. Pada akhirnya, tindakan Allah yang penuh kasih dalam memberantas kejahatan dari alam semesta juga secara efektif akan menghilangkan amarah dan kemurkaan. Itu disebabkan karena tidak akan ada lagi ketidakadilan dan kejahatan. Selamanya hanya akan ada kebahagiaan dan keadilan kekal dalam hubungan kasih yang sempurna. Tidak akan pernah ada lagi murka Ilahi karena tidak pernah akan diperlukan lagi. Sungguh pemikiran yang luar biasa!

Sebagian orang khawatir bahwa kemarahan Ilahi mungkin secara tidak sengaja dianggap memberi izin kepada manusia untuk membalas dendam.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Ulangan 32: 35, Amsal 20: 22, Amsal 24: 29, Roma 12: 17-21, dan Ibrani 10: 30. Bagaimanakah ayat-ayat ini mencegah kita dari pembalasan dendam manusia?

Menurut Kitab Suci, Allah mempunyai hak untuk menjatuhkan penghukuman, dan ketika Dia melakukannya, Dia selalu melakukannya dengan keadilan yang sempurna. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara jelas menyatakan bahwa pembalasan adalah hak Allah. Seperti yang ditulis Paulus dalam Roma 12: 19, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan" (mengutip dari Ul. 32: 35).

Meskipun Allah pada akhirnya memberikan penghukuman terhadap ketidakadilan dan kejahatan, Kristus telah memberikan jalan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Memang benar, "Yesuslah yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang" ( 1 Tes. 1: 10; bandingkan dengan Rm. 5: 8, 9). Dan ini sesuai dengan rencana Allah: "Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus Tuhan kita" ( 1 Tes. 5: 9). Murka Ilahi tidak dapat dihilangkan, namun mereka yang beriman kepada Yesus akan dibebaskan dari murka tersebut karena Kristus.

Pertanyaan Diskusi:
Dalam hal apakah penebusan Kristus menjunjung keadilan sekaligus membebaskan kita dari murka? Menyadari bahwa ketentuan itu telah dibuat untuk Anda, terlepas dari kekurangan Anda, seberapa besarkah Anda harus bermurah hati kepada orang lain?