Buah-Buah Positif
Dalam Khotbah di Bukit ( Mat. 5-7), Yesus menguraikan dasar-dasar gereja Kristen. Tampaknya pelayanan kenabian akan menjadi bagian dari dasar itu. Bagaimanapun, Yesus mengamarkan terhadap nabi-nabi palsu, dengan mengatakan, "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka" ( Mat. 7: 20)
Kualitas buah hanya dapat dinilai selama periode waktu tertentu. Dengan melihat karakter seorang nabi dan memperhatikan hasil apa yang datang dari berbagai pekabarannya, kita dapat melihat apakah nabi itu menarik orang lain kepada Allah atau memimpin mereka menjauh dari-Nya.
Namun, menjadi seorang nabi tidak membuat seseorang tidak berdosa atau secara pribadi tidak mungkin salah. Kita melihat dalam contoh-contoh alkitabiah tentang Yunus, Paulus, dan bahkan Petrus adanya kesalahan atau cacat karakter.
Allah sajalah yang tanpa cacat; utusan-utusan-Nya tidak pernah demikian. Para nabi, seperti kita semua, mem1/k1 kelemahan, tetap tren kehidupan mereka harus jelas ke arah Allah, dan para nabi tidak boleh meniadakan pelayanan mereka dengan gaya hidup yang bertentangan dengan pekabaran yang mereka bagikan. Tidak ada nabi yang sepenuhnya meneladankan teladan Yesus, tetapi nabi yang benar berkomitmen pada prinsip-prinsip dan gaya hidup kerajaan Allah ( Mat. 7: 16-20). Siapa pun yang mengaku sebagai utusan Allah namun gaya hidupnya secara mencolok bertentangan dengan pekabaran yang dibawa nya harus dipandang dengan curiga.
Meskipun panggilan kenabian itu sulit, banyak nabi menunjukkan "buah yang baik" selama pelayanan mereka. Sebagai contoh, Musa berhasil memimpin anak-anak Israel melalui padang gurun ( Ul. 34: 10-12). Kesetiaan Hagai mendorong penduduk Yehuda untuk memulai pembangunan kembali Bait Suci kedua, yang telah terhenti selama 19 tahun ( Hag. 1: 12). Pelayanan Yesaya yang tak tergoyahkan melayani empat raja Yehuda, membimbing mereka melalui periode yang penuh gejolak dan menunjuk kepada Mesias ( Yes. 39: 5, 6; Yes. 53: 4-6). Kita tidak bisa melupakan pengakuan sepenuh hati Daniel ( Dan. 9: 15), atau komitmen penuh air mata Yeremia ( Yer. 9: 1).
Terlepas dari cara mereka sering dianiaya dan diperlakukan dengan buruk, nabi-nabi Allah selalu menunjukkan kasih yang tulus kepada-Nya dan umat Nya, ciri dari pelayanan yang berbuah.