Inkarnasi Kristus
Menurut 1 Yohanes 4: 1-3, ujian kepercayaan pada inkarnasi Yesus akan dengan cepat menyingkirkan orang-orang yang mengaku sebagai nabi dari agama-agama besar dunia lainnya, atau dari mereka yang mengaku terhubung ke alam roh tanpa menganut agama tertentu. Jika seseorang "yang tidak mengaku Yesus bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia]," orang itu "tidak berasal dari Allah" ([1 Yoh. 4: 3</span>).
Ketika Yohanes menulis ayat-ayat ini, ia sedang memikirkan guru-guru palsu yang mengajarkan bahwa Yesus bukanlah manusia, melainkan hanya tampak seperti manusia. Namun, ujian ini melangkah lebih jauh. Ini tidak hanya mengatakan bahwa seorang nabi harus setuju bahwa Yesus adalah orang sungguhan yang hidup di bumi. Kebanyakan orang Kristen memercayai hal ini tentang Yesus. Yohanes sedang berurusan dengan masalah yang sangat spesifik pada saat itu; namun, kata-kata nubuat Yohanes, meskipun diperlukan untuk keadaan tertentu, masih mengandung kebenaran penting bagi generasi selanjutnya juga.
Nabi-nabi yang benar harus memercayai bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma namun benar-benar seorang manusia. Mereka juga harus memeluk kebenaran yang lengkap tentang Yesus-misi-Nya, kehidupan-Nya yang tidak berdosa, kematian penebusan-Nya, kebangkitan-Nya, dan pelayanan keimamatan-Nya yang tinggi di surga, serta kedatangan-Nya yang kedua kali. Ini lebih dari sekadar persetujuan intelektual bahwa Yesus pernah hidup di bumi.
Yesus harus menjadi pusat ajaran seorang nabi dan bukan hanya sesuatu yang ditambahkan. Berbagai pekabarannya harus memimpin orang ke dalam hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus. Firman nubuat yang diilhami Roh Kudus adalah sorotan Allah, yang menghalau kegelapan di dalam diri kita sampai Yesus, Bintang Timur itu, terbit di hati kita, dan karunia nubuat menyatukan kita dengan-Nya dan terus-menerus mengarahkan kita kepada-Nya.
Nabi-nabi yang meninggikan Yesus tidak akan mencoba menciptakan pengikut mereka sendiri atau mempromosikan diri mereka sendiri ( Kis. 4: 12). Mereka akan siap melayani dan tidak mengambil keuntungan dari orang-orang kepada siapa mereka diutus. Pada saat yang sama, seperti yang akan kita lihat besok, nabi-nabi Allah adalah manusia dan, seperti kita semua, orang berdosa yang membutuhkan Injil.