Peran Supranatural
Selama Keluaran, Tuhan berbicara kepada umat-Nya tentang karunia nubuat di antara mereka, dengan berfirman, "Dengarkanlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi" ( Bil. 12: 6).
Pekabaran dan panggilan kenabian sering kali melibatkan hal-hal supranatural; hal itu jelas melampaui sekadar kesan atau gagasan yang mungkin dimiliki seseorang. Seorang nabi menerima komunikasi langsung dari Allah, sering kali melalui mimpi atau penglihatan nubuat ( Dan. 8: 1; Yes. 1: 1; Kis. 9: 10; dst.) yang mungkin disertai dengan fenomena fisik yang nyata.
Daniel kehilangan kekuatannya saat ia masuk ke dalam penglihatan. Ia kemudian bergantung pada Allah selama pengalaman itu berlangsung. Meskipun orang-orang yang bersamanya tidak melihat penglihatan itu, kehadiran Ilahi begitu kuat sehingga mereka lari dan menyembunyikan diri dalam ketakutan. Namun demikian, Allah menggunakan fenomena fisik untuk menarik perhatian pada seorang nabi agar pekabaran nubuat itu dapat diperhatikan.
Meskipun fenomena yang terlihat menunjukkan bahwa kuasa supranatural sedang bekerja, hal ini tidak secara otomatis berarti bahwa orang yang mengalami fenomena tersebut diilhami oleh Allah. Iblis juga dapat menunjukkan hal-hal supranatural. Tidak ada satu pun bukti yang menegaskan pelayanan kenabian.
Terlepas dari fenomena fisik, para nabi harus diuji. Manifestasi supranatural bukanlah ujian karunia nubuat yang benar. Semua ujian alkitabiah bagi seorang nabi harus ada bagi kita untuk memvalidasi seseorang sebagai utusan Allah. Sejarah, sayangnya, penuh dengan nabi-nabi palsu (lihat Mat. 7: 15).