Menjaga Yesus dan Firman-Nya di Pusat
Seperti yang telah kita pelajari, Allah memanggil para nabi pada waktu-waktu tertentu dan memberi mereka tugas-tugas penting. Fungsi utama mereka adalah membawa orang pada pengenalan akan Allah dan hubungan yang setia dengan-Nya. Inilah orientasi panduan Ellen G. White. Pelayanannya memiliki dua fungsi utama: memimpin orang kepada Yesus dan mengarahkan mereka kepada Firman-Nya-Alkitab.
Ellen G. White memiliki hasrat seumur hidup bagi Yesus dan keinginan untuk membagikan kasih Allah kepada orang lain. Seri lima bukunya yang terkenal, Conflict of the Ages, dimulai dan diakhiri dengan kata-kata "Allah adalah kasih."
Dalam Steps to Christ (Langkah kepada Kristus), mungkin bukunya yang paling populer, ia menulis:
"Pertumbuhan kita dalam kash karunia, sukacita kita, kegunaan kita-semua bergantung pada hubungan kita dengan Kristus. Dengan berhubungan dengan-Nya setiap hari, setiap jam-dengan tinggal di dalam Dia-kita akan bertumbuh dalam kasih karunia. Dia bukan hanya Pencipta, tetapi juga penyempurnaiman kita"-Langkah kepada Kristus, hlm. 121.
Selama tahun 1890-an, ketika ia sedang mengerjakan The Desire of Ages (Kerinduan Segala Zaman), ia menulis dalam buku hariannya:
"Dalam menulis tentang kehidupan Kristus, saya sangat tersentuh. Saya lupa bernapas sebagaimana mestinya. Saya tidak dapat menahan intensitas perasaan yang menguasai saya saat memikirkan apa yang telah diderita Kristus di dunia kita" —Manuscript 70, 1897.
Ellen G. White senang berbicara tentang Yesus. Alkitab adalah fokus kedua dari pelayanan Ellen White. Ia melihat tulisan-tulisannya sebagai "cahaya kecil" yang memimpin orang kepada "cahaya besar" —Alkitab (Selected Messages, jld. 3, hlm. 29). Ia selalu mendorong orang untuk pergi ke Kitab Suci, di mana Allah telah mengungkapkan karakter kasih-Nya dan rencana keselamatan. Seperti yang ia katakan di awal pelayanannya:
"Saya merekomendasikan kepada Anda, pembaca yang budiman, Firman Allah sebagai aturan iman dan praktik Anda" —Selected Messages, jld. 3, hlm. 30.
Bertahun-tahun kemudian ia menulis:
"Tuhan menghendaki Anda mempelajari Alkitab Anda. Dia tidak memberi kan terang tambahan apa pun untuk menggantikan Firman-Nya. … Jika dimakan dan dicerna, [Firman-Nya] adalah seperti darah kehidupan bagi jiwa. Kemudian perbuatan baik akan terlihat sebagai terang yang bersinar dalam kegelapan" —Letter 130, 1901.
Ellen G. White juga percaya bahwa semua yang mengklaim jubah nubuat Kristus harus mengajarkan "apa yang telah diajarkan oleh Kristus. Apa yang telah diucapkan-Nya, bukan saja secara pribadi, melainkan dengan perantaraan segala nabi dan guru Perjanjian Lama, termasuk di sini. Ajaran manusia tidak diperkenankan masuk" —Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 483).
Ellen G. White menjaga Yesus dan Kitab Suci sebagai pusat pengalaman Kristennya. Jumat depan, kita akan mengeksplorasi pandangannya tentang wahyu dan inspirasi.
Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi https://whiteestate.org/absg/4.