Yesus sebagai Nabi
Musa memprediksi bahwa "seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan" ( Ul. 18: 15). Siapakah nabi itu? Kitab Suci sendiri menjelaskannya: nubuat itu menunjuk kepada Yesus sendiri.
"Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu" ( Kis. 3: 22; lihat juga Yoh. 6: 14).
Yesus, sebagai Kristus, Mesias, adalah Pribadi yang ditunjuk oleh semua nabi Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, Yesus diakui sebagai penggenapan nubuatan Mesianik mereka. Dalam Lukas 24: 13-35, Ia menyajikan diri-Nya sebagai Pribadi yang ditunjuk oleh nubuatan Mesianik. Faktanya, dalam Yohanes 1: 1-5, deskripsi yang diberikan tentang Firman di sini tidak cocok dengan manusia mana pun atau sekadar nabi manusia.
Firman itu diidentifikasi sebagai Pencipta, karena "segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" ( Yoh. 1: 3). Artinya, Ia menciptakan semua yang diciptakan, yaitu seluruh kosmos, yang sekarang diperkirakan selebar 93 miliar tahun cahaya.
Dalam setiap "berfirmanlah Allah" di Kejadian 1, kita mendengar Yesus berbicara. Dia yang berfirman, "Jadilah terang" ( Kej. 1: 3), juga adalah "terang manusia" ( Yoh. 1: 4), dan melalui rencana keselamatan (loh. 1: 4, 5), Ia menghalau kegelapan bumi.
Kata-kata nubuat Allah adalah pasti dan terkonfirmasi. Jika diperhatikan, kata-kata itu seperti "pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu" ( 2 Ptr. 1: 19). Nubuat akan terus membawa terang ke dunia kita yang berdosa sampai Yesus, "Bintang Timur" itu, dan Sumber terang nubuat itu, membawa kerajaan kekal-Nya.
Sampai saat itu tiba, melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Kristus menawarkan kepada kita semua hidup yang kekal. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah kita akan menerimanya atau tidak.