Nubuat Menyatukan Tubuh dalam Kristus
Saat Yesus mendekati kayu salib, hati-Nya tergerak oleh satu keinginan utama. Ia ingin semua pengikut-Nya menjadi satu, sebagaimana Ia dan Bapa adalah satu dalam kasih, tujuan, dan tindakan. Kesatuan yang didoakan Yesus bukanlah keseragaman yang hambar. Yesus mendoakan nubuat yang kuat yang akan digenapi sebelum kedatangan-Nya kembali-permadani manusia yang kaya dengan latar belakang, etnis, dan perspektif yang berbeda semuanya akan bersatu di dalam Dia dan di dalam Bapa, melalui kuasa Roh Kudus.
Rasul Paulus membangun tema ini ketika ia memohon kepada orang-orang percaya di Korintus untuk seia sekata, mengucapkan kebenaran yang sama, dan tidak memendam perpecahan ( 1 Kor. 1: 10). Namun, mengapakah kesatuan nubuatan ini begitu penting?
Yesus berdoa "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" ( Yoh. 17: 21).
Allah menghendaki agar semua pria dan wanita diselamatkan, tetapi sebelum mereka dapat diselamatkan, mereka harus percaya kepada Yesus dan percaya bahwa Allah mengutus Dia untuk menyelamatkan dunia. Ketika sekelompok orang yang beragam mengklaim Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, mengasihi dan melayani satu sama lain tanpa pamrih, maka dunia akan percaya bahwa Yesus adalah siapa yang Ia klaim sebagai diri-Nya.
Kesatuan yang didambakan Yesus itu penuh tujuan dan berkuasa. Sayangnya, bahkan sejak awal, kekuatan-kekuatan mengancam kesatuan itu. Lihat, misalnya, Kisah Para Rasul 6: 1. Dan Kekristenan telah terpecah secara radikal sejak saat itu!
Kesatuan ini adalah pekerjaan Roh Kudus melalui karunia-karunia yang Ia berikan. Efesus 4: 11–15 memberi tahu kita bahwa karunia-karunia Roh Kudus diberikan untuk memperlengkapi orang-orang percaya dan membangun tubuh Kristus, "sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" ( Ef. 4: 13).
Karunia nubuat, salah satu karunia khas Roh, sangat penting untuk menyatukan umat Allah, terutama saat mereka mendekati kedatangan Yesus yang kedua kali, sehingga mereka dapat memercayai Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan ( Kis. 16: 31).