Nubuat Meninggikan Kristus
Nubuat adalah sarana Allah untuk berkomunikasi dengan umat-Nya dan menghubungkan mereka dengan Allah. Maka, tidak mengherankan bahwa Iblis (naga) marah kepada wanita itu (gereja Allah) dan pergi memerangi keturunan wanita itu yang masih ada (lihat Why. 12: 17).
Apakah tanda-tanda pengenal dari keturunan wanita yang masih ada ini? Mereka menuruti perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Wahyu 19: 10 memberi tahu kita bahwa kesaksian ini adalah "Roh Nubuat".
Selain pengalaman mereka sendiri, para rasul menerima Yesus berdasarkan kesaksian para nabi dan orang-orang benar, yang kata-katanya terentang selama berabad-abad. Dunia Kristen memiliki rantai bukti yang lengkap dan utuh yang berjalan melalui Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: di bagian yang pertama, yang menunjuk pada Juruselamat yang akan datang, dan di bagian yang kedua, yang mengungkapkan Yesus sebagai Pribadi yang memenuhi syarat-syarat Juruselamat. Semua ini cukup untuk meneguhkan iman mereka yang mau percaya.
"Rancangan Allah adalah untuk memberikan kesempatan yang adil bagi umat manusia untuk mengembangkan iman kepada kuasa Allah dan Anak-Nya serta dalam pekerjaan Roh Kudus"-Ellen G. White, The Spirit of Prophecy, jld. 3, hlm. 182.
Dalam banyak hal, masalah iman yang menyelamatkan bukanlah masalah intelektual; itu adalah masalah moral. Itu adalah masalah hati, bukan masalah kepala. Ketika orang menutup hati mereka, pikiran mereka, sayangnya, akan mengikuti.
Jika Yesus, Firman Allah, sudah ada sebelumnya, menjadi manusia, dan diam di antara kita, maka logisnya Yesus adalah bagian integral dari kata-kata atau pekabaran yang diberikan oleh Allah kepada nabi-nabi-Nya. Bahkan nabi-nabi yang membawa pekabaran yang tidak secara eksplisit merujuk kepada Yesus pun tetap diilhami oleh Roh Kudus.