Nubuat Menghibur Umat Allah
Allah selalu memperhatikan kesejahteraan manusia. Sebelum menciptakan Adam dan Hawa, Allah mempersiapkan tempat tinggal yang sempurna bagi mereka yang akan membangkitkan semangat dan menyenangkan mereka ( Kej. 1). Allah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kenyamanan mereka. Setelah pasangan suci itu jatuh, Allah datang mencari mereka ( Kej. 3: 9), menubuatkan kedatangan Juruselamat ( Kej. 3: 15), dan membuatkan pakaian untuk menutupi ketelanjangan mereka ( Kej. 3: 21). Allah berinvestasi dalam kesejahteraan makhluk-makhluk-Nya.
Mungkin tidak ada berkat karunia nubuat yang lebih diabaikan daripada fungsinya sebagai sumber penghiburan dan pembaruan bagi umat Allah sepanjang masa.
Allah ingin Yehuda mengetahui bahwa meskipun Ia harus menghukum mereka, Ia tidak akan sepenuhnya membuang mereka. Ia tidak hanya memberi Yesaya pekabaran dorongan semangat bagi umat-Nya yang hancur. Ia menginstruksikan Yesaya dengan tepat bagaimanakah menyampaikan pekabaran itu. Pekabaran itu perlu disampaikan dengan kelembutan, kasih, dan perhatian yang besar.
Allah begitu peduli tentang pekabaran penghiburan ini agar mencapai hati umat-Nya sehingga Ia tidak membiarkan apa pun terjadi secara kebetulan. Pekabaran penghiburan seperti itu diulang di seluruh kitab Yesaya ( Yes. 12: 1; Yes. 49: 13; Yes. 51: 3; dst.).
Rasul Paulus memperingatkan bahwa mereka yang hidup saleh dalam Kristus Yesus akan mengalami penganiayaan yang hebat ( 2 Tim. 3: 12). Di masa-masa sulit di depan, kita akan membutuhkan kata-kata penghiburan dan harapan. Karunia nubuat adalah sarana yang akan Allah gunakan untuk menenangkan dan menguatkan umat-Nya sebelum Yesus kembali untuk membawa mereka pulang.
Dalam bidang kehidupan apakah Anda perlu mendengar kata-kata penghiburan dan harapan? Apakah yang Allah berdayakan untuk kita lakukan setelah Ia menghibur kita? ( 2 Kor. 1: 3, 4).