Nubuat Meneguhkan Alkitab
Alkitab pada akhirnya adalah produk dari Roh Kudus, melalui karunia nubuat. 2 Petrus 1: 21 mengungkapkan proses yang digunakan Allah: "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."
Tanpa Alkitab, manusia akan dibiarkan tanpa cara untuk menavigasi jebakan dunia yang berdosa, dan itu akan menjadi resep kehancuran. Saat ini Alkitab ada di mana-mana dan tersedia dalam berbagai format, tetapi tidak selalu demikian halnya. Misalnya, pada masa Yesus, hanya gulungan Perjanjian Lama yang tersedia untuk dibaca, dan hanya para imam atau rabi yang bisa melakukannya. Orang biasa sering kali tidak memiliki akses langsung ke Kitab Suci. Firman dari Allah sangat berharga pada masa itu.
Yesus, Nabi terbesar yang pernah ada-Satu-satunya yang adalah Firman ( Yoh. 1: 1–3)-meninggikan Kitab Suci ( Yoh. 7: 38). Di antara berkat-berkat paling berharga dari karunia nubuat adalah bahwa karunia itu meneguhkan Alkitab.
"Mereka yang telah terkesan oleh Kitab Suci sebagai suara Allah, dan berkeinginan untuk mengikuti ajaran-ajarannya, haruslah setiap hari belajar, setiap hari menerima semangat dan kuasa rohani, yang telah disediakan bagi setiap orang percaya sejati dalam karunia Roh Kudus" -Ellen G. White, dalam Signs of the Times, 8 Maret 1910.
Karunia nubuat yang otentik selalu meninggikan Kitab Suci. Karunia itu selalu mengarahkan pria dan wanita kembali kepada Firman Allah sebagai satu-satunya aturan iman dan praktik mereka.