Nubuat Adalah Pendeteksi Kebenaran Allah
Beberapa sarjana memperkirakan bahwa ada lebih dari 45.000 denominasi Kristen di dunia saat ini. Bagaimanakah iman yang dimulai dengan Yesus Kristus dapat berkembang menjadi begitu banyak sistem kepercayaan yang berbeda? Jawabannya terletak pada banyak interpretasi berbeda terhadap Kitab Suci yang berkembang dari waktu ke waktu. Jelas, tidak semuanya bisa benar karena, bagaimanapun, dalam banyak kasus apa yang diajarkan satu gereja bertentangan dengan apa yang dilakukan gereja lain.
Sejak awal (lihat Kej. 2: 16, 17; Kej. 3: 1–5), kebingungan adalah salah satu cara terbesar Iblis untuk memimpin manusia menjauh dari kebenaran Allah. Seperti yang ia lakukan terhadap Adam dan Hawa, Iblis mencampur cukup banyak kebenaran dengan kesalahan untuk menarik pria dan wanita di bawah kendalinya. Iblis telah menyesatkan umat Allah sepanjang masa ( 2 Taw. 36: 14–16). Ia bahkan berusaha menyesatkan Yesus ( Mat. 4: 1–11), tetapi Yesus menghadapi bujukan Iblis dengan "Ada tertulis" yang jelas ( Mat. 4: 4).
Dengan mata nubuat, Paulus melihat suatu masa di mana pria dan wanita tidak akan mencintai Firman Allah maupun menaatinya. Sebaliknya, mereka akan pergi mencari guru-guru rohani untuk memuaskan keinginan mereka dengan dongeng-dongeng yang dirancang dengan licik. Kepada orang-orang seperti itu, Allah mengirimkan kesesatan yang kuat supaya mereka percaya pada kebohongan yang mereka cari.
"Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan" ( 2 Tes. 2: 11, 12).
Tetapi bagi mereka yang terbuka, Yesus berjanji bahwa mereka akan "mengetahui kebenaran" ( Yoh. 8: 32). Karunia nubuat adalah sarana Allah untuk memisahkan kebenaran dari kesalahan, terang dari kegelapan.
Dalam satu pengertian, kita dapat mengetahui kebenaran dengan cukup mudah di tengah semua denominasi yang berbeda ini. Jika Anda tidak akan melepaskan Sabat hari ketujuh (yang sangat alkitabiah), Anda telah menghapus hampir 99,5 persen pilihan Anda, karena sebagian besar gereja tidak memelihara perintah keempat. Jika Anda tidak akan percaya bahwa orang mati langsung pergi ke surga bersama Yesus atau sedang terbakar sekarang di neraka dan akan terus demikian selamanya—lalu apa? Anda telah menghilangkan sebagian besar, jika tidak semua, dari 0,5 persen yang sisa.