Pelayanan Kristen yang Sejati
Untuk Pelajaran Pekan Ini Bacalah
2 Kor. 3: 1–9, 2 Kor. 4: 7–18, 2 Kor. 5: 11–15, Kol. 1: 19–23, Ef. 2: 13–16, 2 Kor. 6: 11–7: 1, 2 Kor. 7.
Ayat Hafalan"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami" ( 2 Korintus 4: 8–10).
Pekan lalu, kita melihat bahwa Paulus, dengan menegaskan kesederhanaan dan ketulusannya, membela diri dari tuduhan tidak konsisten dan kurangnya kasih terhadap jemaat Korintus. Ia selalu bekerja demi kepentingan terbaik anak-anak rohaninya. Ia memulai alur pemikiran dalam 2 Korintus 2: 12–17 yang berlanjut hingga 2 Korintus 7. Dalam bagian itu, ia merenungkan seperti apa pelayanan yang sejati bagi Kristus itu. Kita dapat menarik banyak pelajaran dari pemikiran Paulus dalam hal tersebut.
Pekan ini, kita akan mempelajari 2 Korintus 3–7, di mana Paulus berbicara tentang pelayanannya dalam memenangkan jiwa bagi Kristus. Ellen G. White berkata, "Pertobatan orang-orang berdosa dan kepercayaan mereka melalui kebenaran adalah bukti yang paling kuat yang dapat dimiliki oleh seorang pendeta bahwa Allah telah memanggil dia kepada kependetaan. Bukti bahwa ia seorang rasul tertulis pada hati dari mereka yang bertobat dan disaksikan oleh kehidupan mereka yang baru. Kristus dibentuk di dalam, pengharapan akan kemuliaan. Seorang pendeta sangatlah dikuatkan oleh meterai kependetaannya ini"—Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 276.
Pelajari pelajaran pekan ini sebagai persiapan untuk Sabat, 5 September.