Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-03 Pelajaran 10 29 Aug 2026 - 04 Sep 2026

Pelayanan Kristen yang Sejati

Ayat Hafalan

"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami" (2 Korintus 4: 8–10)."

Bacaan Pekan Ini: 2 Kor. 3: 1–9, 2 Kor. 4: 7–18, 2 Kor. 5: 11–15, Kol. 1: 19–23, Ef. 2: 13–16, 2 Kor. 6: 11–7: 1, 2 Kor. 7.

Rabu (Hari #5) 02 September 2026

Panggilan untuk Kekudusan

Dalam 2 Korintus 6: 3–10, Paulus terus mendorong jemaat Korintus untuk berdamai dengan Allah. Ia menyajikan daftar panjang kesulitan dan kemenangan untuk menunjukkan apa artinya menjadi pengikut Kristus dan pelayan Allah. Singkatnya, ia mendaftarkan situasi sulit ( 2 Kor. 6: 4, 5), kebajikan karakter ( 2 Kor. 6: 6), perlengkapan untuk pelayanan ( 2 Kor. 6: 7), dan perubahan nasib dalam pelayanan ( 2 Kor. 6: 8–10). Setelah mengajar anggota jemaat di Korintus untuk berdamai dengan Allah, Paulus memohon agar mereka hidup kudus, dan melakukannya dengan memisahkan diri dari pengaruh berbahaya orang-orang yang tidak percaya dan dari hal-hal yang najis ( 2 Kor. 6: 14–17).

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 2 Korintus 6: 11–7: 1. Menurut perikop ini, seperti apakah kehidupan yang kudus itu?

Paulus menekankan dalam perikop ini pentingnya kasih sayang dan cinta di dalam jemaat ( 1 Kor. 6: 11–13). Bukti bahwa orang-orang telah didamaikan dengan Allah adalah bahwa mereka mencari pendamaian satu sama lain. Memang, mereka menjadi, seolah-olah, agen pendamaian horizontal.

Selanjutnya, panggilan untuk kekudusan diberikan melalui enam imbauan, yaitu: (1) "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya ( 2 Kor. 6: 14); (2) "Keluarlah kamu dari antara mereka ( 2 Kor. 6: 17); (3) "Pisahkanlah dirimu" ( 2 Kor. 6: 17); (4) "Janganlah menjamah apa yang najis" ( 2 Kor. 6: 17); (5) "Marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani" ( 2 Kor. 7: 1); (6) "sambil menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah" ( 2 Kor. 7: 1; penekanan ditambahkan). Imbauan-imbauan ini menunjukkan bahwa Allah yang kudus menuntut kehidupan yang kudus dan pemisahan dari penyembahan berhala.

Di sisi lain, perikop ini juga membawa tujuh janji yang menyoroti peran gereja Kristen sebagai Bait Suci yang indah: (1) "Aku akan diam di antara mereka"; (2) " Aku akan] berjalan di tengah-tengah mereka"; (3) "Aku akan menjadi Allah mereka"; (4) "Mereka akan menjadi umat-Ku"; (5) "Aku akan menerima kamu"; (6) "Aku akan menjadi Bapamu"; (7) "Kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan" ([2 Kor. 6: 16, 17, 18</span>).

Perhatikan bahwa keempat janji dalam 2 Korintus 6: 16 adalah dasar bagi tiga perintah dalam 2 Korintus 6: 17 (lihat kata "sebab itu" di awal 2 Korintus 6: 17). Ini menunjukkan bahwa kekudusan bukanlah hasil dari usaha seseorang melainkan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati. Meskipun kekudusan adalah hasil dari pekerjaan Allah, orang percaya harus melakukan bagian mereka dan menolak penyembahan berhala dan setiap praktik yang tidak murni.

Pertanyaan Diskusi:
Apakah yang dikatakan janji-janji Allah dalam 2 Korintus 6: 16–18 kepada kita tentang apa itu kekudusan?