Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Pekabaran Diperhatikan", dalam buku Kisah Para Rasul (1999), hlm. 272–281.
Pekan lalu, kita membaca kutipan di atas dalam Kisah Para Rasul. Ada baiknya membacanya kembali. Kali ini, renungkan sedikit lebih dalam pada bagian-bagian yang merujuk pada surat Paulus yang keras, perasaannya saat menulisnya, dan sukacitanya saat menerima kabar baik tentang pertobatan yang tulus dari para penerima surat. Kemudian, renungkan apa yang dikatakan hal ini kepada kita tentang keaslian pelayanan Paulus dan pelajaran apa yang dapat kita terapkan pada pekerjaan kita untuk Kristus.
"Kita harus mengungkapkan kepada alam semesta, kepada dunia yang telah jatuh dan dunia yang tidak jatuh, bahwa ada pengampunan pada Allah, bahwa melalui kasih Allah kita dapat didamaikan dengan Allah. Manusia bertobat, hatinya remuk, percaya kepada Kristus sebagai korban penebusannya, dan menyadari bahwa Allah didamaikan dengannya"—Ellen G. White, Special Testimonies On Education, hlm. 223.
"Sebagai sebuah gereja, kita telah menerima terang yang besar. Terang ini telah Tuhan percayakan kepada kita untuk kebaikan dan berkat bagi dunia. Kepada kita telah diberikan pelayanan pendamaian. Dengan kuasa dari atas kita harus memohon kepada manusia untuk berdamai dengan Allah"—Ellen G. White, Letter 32, 1903.
Setelah didamaikan, orang harus mencari kekudusan. Mengomentari 2 Korintus 7: 1, Ellen G. White mengisyaratkan apa yang dimaksud Paulus dengan "menyempurnakan kekudusan dalam takut akan Allah" ( 2 Kor. 7: 1). Ia mengatakan Paulus berusaha membantu para petobat baru "menjadi orang yang dipercaya, menjadi orang Kristen yang bertumbuh, kuat dalam kepercayaan, rajin dalam semangat, dan sepenuh hati dalam penyerahan mereka kepada Allah dan kepada pekerjaan memajukan kerajaan-Nya"—Ellen G. White, Kisah Para Rasul (1999), hlm. 171.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: