Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Menyeberangi Sungai Yordan," dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 83-89.
Setelah kisah Rahab dan mata-mata ini, sisa dari Perjanjian Lama tidak bercerita lagi tentang Rahab sampai dia muncul kembali dalam silsilah Yesus. Disebutkan bahwa dia menjadi istri Salmon, dari suku Yehuda, nenek moyang Boas, dan ibu mertua dari seorang wanita luar biasa yang disebutkan dalam silsilah yang sama, yaitu Rut. ( Mat. 1: 5; bandingkan dengan Rut. 4: 13, 21). Melalui imannya kepada Tuhan, pelacur Yerikho, yang harusnya dihukum mati, menjadi mata rantai penting dalam garis keturunan Daud dan nenek moyang Mesias. Inilah yang dapat Allah lakukan melalui iman, meskipun hanya sebesar biji sesawi ( Mat. 17: 20, Luk. 17: 6).
"Pertobatannya bukanlah suatu masalah tersendiri tentang kemurahan Allah terhadap para penyembah berhala yang mengetahui kuasa Ilahi-Nya. Di tengah-tengah negeri itu, sejumlah besar orang-orang yaitu orang-orang Gibeon-meninggalkan kekafiran mereka, lalu bersatu dengan orang Israel, bersama-sama menikmati berkat-berkat perjanjian itu.
"Tidak ada perbedaan dalam hal kebangsaan, kesukuan, atau kasta, yang dikenal Allah. Ia adalah Pencipta segala umat manusia. Segenap manusia adalah satu keluarga oleh penciptaan, dan semuanya adalah satu melalui penebusan. Kristus datang untuk merobohkan setiap tembok pemisah, untuk membuka lebar-lebar setiap bagian ruangan dalam halaman bait kudus, supaya setiap jiwa dapat masuk dengan bebas kepada Allah. Kasihnya itu begitu luas, begitu dalam, begitu sempurna, sehingga itu tembus ke mana-mana. Kasih itu mengeluarkan orang-orang dari pengaruh Setan yaitu mereka yang telah disesatkan oleh penipuannya, dan menempatkan mereka para jarak jangkauan takhta Allah, takhta yang dikelilingi dengan pelangi perjanjian. Di dalam Kristus tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani, merdeka atau hamba"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 303.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: