Kesetiaan Baru
Perjanjian Rahab sangat jelas: nyawa dibalas nyawa dan kebaikan dibalas kebaikan. Kata chesed ( Yos. 2: 12), "kasih setia", memiliki kekayaan makna yang sulit diungkapkan dalam satu kata dalam bahasa lain. Kata ini terutama mengacu pada kesetiaan perjanjian, tetapi juga mengandung pengertian kesetiaan, belas kasihan, kebajikan, dan kebaikan.
Kata-kata Rahab juga mengingatkan kita pada Ulangan 7: 12, di mana Yahwe sendiri bersumpah untuk menepati perjanjian-Nya kepada Israel. "Maka akan terjadi, karena kamu mendengarkan hukum-hukum ini dan melakukannya dengan setia, maka TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia yang telah diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu" ( Ul. 7: 12).
Yang cukup menarik, pasal yang sama ( Ulangan 7) menetapkan larangan (cherem) bagi orang Kanaan. Di sini ada Rahab, seorang wanita Kanaan yang berada di bawah larangan tersebut, namun ia mengklaim dengan imannya yang baru muncul, janji-janji yang telah diberikan kepada bangsa Israel. Sebagai hasilnya, dia diselamatkan.
Gambaran pertama yang pasti muncul di benak kita terkait dengan percakapan mata-mata dengan Rahab adalah Paskah di Keluaran. Di sana, agar orang Israel terlindungi, mereka harus berada di dalam rumah mereka dan menandai tiang pintu dan ambang pintu rumah mereka dengan darah anak domba yang dikorbankan.
"Darah itu akan menjadi tanda bagimu di atas rumah-rumah tempat kamu berada. Apabila Aku melihat darah itu, Aku akan melewatinya, dan tulah itu tidak akan menimpa kamu untuk membinasakan kamu, apabila Aku menulahi tanah Mesir" ( Kel. 12: 13, NKJV; lihat juga Kel. 12: 22, 23).
"Oleh penurutan orang banyak harus memberikan bukti akan iman mereka itu. Demikian pula semua orang yang berharap akan diselamatkan oleh jasa-jasa darah Kristus harus menyadari bahwa mereka sendiri mempunyai sesuatu untuk dilakukan demi memperoleh keselamatan mereka. Memang benar hanya Kristus yang dapat menebus kita dari hukuman pelanggaran, tetapi kita juga harus berpaling dari dosa kepada penurutan. Manusia diselamatkan oleh iman, bukan oleh pekerjaan; tetapi imannya harus ditunjukkan oleh perbuatannya"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 323.
Dalam hal ini, darah tersebut adalah tanda yang menyelamatkan mereka dari malaikat Tuhan yang membinasakan. Sebagaimana Allah menyelamatkan nyawa orang Israel pada saat tulah terakhir di Mesir, demikian pula orang Israel harus menyelamatkan Rahab dan keluarganya ketika kehancuran menimpa Yerikho.