Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Pesan Yosua yang Terakhir," dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 133-138.
"Di antara orang banyak yang keluar dari Mesir ada banyak orang yang telah menjadi penyembah berhala, dan begitulah kekuatan kebiasaan, sehingga praktik ini secara diam-diam terus berlanjut, sampai batas tertentu, bahkan setelah mereka menetap di Kanaan. Yosua menyadari kejahatan ini di antara bangsa Israel, dan dia dengan jelas melihat bahaya yang akan terjadi. Ia sungguh-sungguh ingin melihat reformasi menyeluruh di antara bangsa Ibrani. Ia tahu bahwa kecuali bangsa itu mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dengan segenap hati mereka, mereka akan terus memisahkan diri mereka semakin jauh dariNya. Sementara sebagian dari umat Ibrani adalah penyembah-penyembah rohani, banyak di antara mereka yang hanya formalitas; tidak ada semangat atau kesungguhan dalam pelayanan mereka. Sebagian lagi adalah penyembah berhala, yang akan merasa malu untuk mengakui diri mereka demikian”—Ellen G. White, Signs of the Times, 19 Mei 1881.
"Perjanjian yang khidmat ini dicatat dalam kitab Taurat, untuk dijaga dengan kudus. Yosua kemudian mendirikan sebuah batu besar di bawah pohon ek di dekat tempat kudus TUHAN. 'Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu, Sesungguhnya batu ini akan menjadi saksi bagi kita, sebab ia telah mendengar segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita, dan ia akan menjadi saksi bagi kamu, supaya kamu jangan mendustai Allahmu.' Di sini Yosua dengan jelas menyatakan bahwa instruksi dan peringatannya kepada bangsa itu bukanlah perkataannya sendiri, melainkan firman Tuhan. Batu besar ini akan berdiri sebagai saksi kepada generasi-generasi berikutnya tentang peristiwa yang didirikan untuk memperingatinya, dan akan menjadi saksi terhadap bangsa itu, jika mereka kembali jatuh ke dalam penyembahan berhala”—Ellen G. White, Signs of the Times, 26 Mei 1881.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: