Bahaya Penyembahan Berhala
Ancaman penyembahan berhala bukanlah ancaman yang bersifat teoritis. Sebelumnya, di dataran Moab, dalam konteks yang sama, Musa meminta keputusan yang sama ( Ul. 30: 19, 20). Dewa-dewa yang ada di hadapan mereka bukanlah dewa-dewa di Mesir atau di seberang sungai, tetapi dewa-dewa itu ada "di tengah-tengah mereka." Oleh karena itu, Yosua memohon kepada bangsanya untuk mencondongkan hati mereka kepada Tuhan. Istilah Ibrani yang digunakan di sini, natah, berarti “merentangkan", "membengkokkan”. Kata ini menggambarkan Allah yang diharapkan untuk membungkuk dan mendengarkan doa ( 2 Raj. 19: 16, Mzm. 31: 2, 3, Dan. 9: 18), dan ini juga merupakan sikap yang dituntut dari Israel di kemudian hari oleh para nabi ( Yes. 55: 3, Yer. 7: 24). Kata ini digunakan untuk menunjukkan kemurtadan Salomo ketika hatinya condong kepada ilah-ilah asing ( 1 Raj. 11: 2, 4, 9). Hati manusia yang berdosa tidak memiliki kecenderungan alami untuk tunduk dan mendengarkan suara Tuhan. Dibutuhkan keputusan sadar dari pihak kita untuk mengarahkan hati kita kepada pemenuhan kehendak Allah.
Jawaban bangsa Israel secara harfiah berbunyi: “Kami akan mendengarkan suara-Nya." Ungkapan ini menekankan aspek relasional dari ketaatan. Israel tidak diminta untuk secara rutin mengikuti aturan-aturan yang tidak bernyawa. Perjanjian ini adalah tentang hubungan yang hidup dengan Tuhan, yang tidak dapat sepenuhnya diungkapkan oleh peraturan-peraturan belaka. Agama Israel tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi legisme; sebaliknya, agama Israel adalah sebuah percakapan yang terus-menerus dalam iman dan kasih dengan Juruselamat yang kudus dan penuh belas kasihan.
Bahkan setelah janji rangkap tiga bangsa Israel untuk melayani Tuhan, yang menyiratkan, seperti yang diperintahkan Yosua, pembuangan ilah-ilah asing dari tengah-tengah mereka, laporan bahwa hal itu benar-benar terjadi tidak ada. Di sepanjang kitab ini, sudah menjadi kebiasaan untuk melaporkan pemenuhan perintah Yosua (atau perintah Musa) sebagai contoh ketaatan. Tidak adanya hal itu di akhir kitab ini membuat permohonan Yosua menjadi tidak jelas. Imbauan utama dari kitab ini untuk melayani Tuhan bukan hanya untuk generasi Yosua, tetapi juga untuk setiap generasi baru umat Allah yang akan membaca atau mendengar pesan ini.