Kamu Ada di Sana!
Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah. Yos. 24: 1
Sikhem adalah tempat di mana Abraham membangun mazbah pada saat kedatangannya di tanah itu, dan di mana Allah pertama kali memberikan janji tanah itu kepadanya ( Kej. 12: 7). Sekarang, ketika janji-janji yang diberikan kepada Abraham telah digenapi, Israel memperbarui perjanjian dengan Allah di tempat di mana janji pertama kali diberikan. Seruan Yosua mengingatkan kita pada katakata Yakub untuk "menjauhkan allah-allah asing yang ada di tengah-tengahmu❞ ( Yos. 24: 23, NKJV; bandingkan dengan Kej. 35: 2-4). Geografi dari peristiwa ini dengan sendirinya menyampaikan panggilan untuk menunjukkan kesetiaan yang tidak terbagi kepada Tuhan, menolak semua "allah” lain.
Allah adalah subjek utama dari masa lampau yang ditinjau: “Aku mengambil," "Aku memberi,” “Aku mengutus," "Aku menulahi," "Aku melakukan," "Aku membawa kamu keluar," "Aku membebaskan kamu," dan lain sebagainya. Israel bukanlah tokoh utama dalam cerita ini, melainkan objeknya. Tuhanlah yang menciptakan Israel. Seandainya Allah tidak campur tangan dalam kehidupan Abraham, mereka akan tetap menyembah berhala yang sama. Keberadaan Israel sebagai satu bangsa bukanlah karena jasa nenek moyangnya, melainkan semata-mata karena kasih karunia Allah. Fakta bahwa bangsa Israel telah menetap di tanah itu bukanlah alasan untuk bermegah, tetapi alasan mengapa mereka harus melayani Tuhan.
Ucapan Tuhan mengandung pergeseran yang terjadi lima kali antara "kamu" dan "mereka" (bapa-bapa leluhur). Para leluhur dan generasi di Sikhem ini diperlakukan sebagai satu kesatuan. Yosua berusaha menunjukkan apa yang telah ditegaskan Musa dalam Ulangan 5: 3, bahwa Tuhan tidak membuat perjanjian hanya dengan para leluhur, tetapi juga dengan semua orang yang hadir pada saat Yosua berpidato. Sebagian besar orang yang ada di sana tidak mengalami peristiwa Eksodus. Tidak "semua" dari mereka ada di Horeb. Namun Yosua mengatakan bahwa mereka semua ada di sana. Singkatnya, pelajaran dari masa lalu harus diterapkan oleh setiap generasi baru. Allah yang telah bekerja bagi para leluhur di masa lalu siap untuk bertindak atas nama generasi sekarang.