Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Pesan Yosua yang Terakhir," dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 133-138.
"Setan menipu banyak orang dengan teori yang masuk akal, bahwa kasih Allah bagi umat-Nya begitu besar sehingga la akan memaafkan dosa yang ada di dalam diri mereka; ia menyatakan bahwa sungguh pun ancaman-ancaman firman Allah itu mempunyai maksud tertentu di dalam pemerintahan moral-Nya, semuanya itu tidak akan dilaksanakan dengan sesungguhnya. Tetapi di dalam segala perlakuan-Nya terhadap makhluk-makhluk-Nya, Allah telah mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dengan menyatakan dosa dalam tabiat yang sebenarnya oleh menunjukkan bahwa akibatnya yang pasti adalah penderitaan dan kematian. Keampunan yang tidak bersyarat tidak pernah ada dan tidak pernah akan ada. Keampunan seperti itu akan menunjukkan tidak berlakunya prinsip-prinsip kebenaran yang menjadi dasar dari pemerintahan Allah. Itu akan memenuhi semesta alam yang tidak pernah berbuat dosa dengan keadaan yang kacau balau. Allah dengan setia telah menunjukkan akibat-akibat dosa, dan jikalau amaran-amaran ini tidak benar, bagaimanakah kita dapat merasa pasti bahwa janji-janji-Nya akan digenapi? Apa yang disebut sebagai kemurahan, jikalau itu menyisihkan keadilan, bukanlah kemurahan, melainkan kelemahan.
"Allah adalah pemberi hidup. Dari sejak mulanya, segala hukum-Nya telah ditetapkan untuk kehidupan. Tetapi dosa telah merusak peraturan yang telah ditetapkan Allah, dan kekacauan pun mengikutinya. Selama dosa ada maka penderitaan dan kematian tidak akan dapat dihindarkan. Hanyalah oleh karena Penebus itu telah menanggung kutuk dosa demi kita, maka manusia mempunyai pengharapan untuk melepaskan dirinya dari akibat-akibatnya yang mengerikan" Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 134, 135.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: