Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-03 Pelajaran 1 28 Jun 2025 - 04 Jul 2025

Penindasan: Latar Belakang Dan Kelahiran Musa

Ayat Hafalan

"**:** "Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru; sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka" (Kel 2:23-25)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 1:1–22; Kej. 37:26–28; Kej. 39:2, 21; Kis. 7:6; Gal. 3:16, 17; Kel. 2:1–25.

Sabat (Hari #1) 28 June 2025

Penindasan: Latar Belakang Dan Kelahiran Musa

Untuk Pelajaran Pekan Ini Bacalah

Kel. 1:1–22; Kej. 37:26–28; Kej. 39:2, 21; Kis. 7:6; Gal. 3:16, 17; Kel. 2:1–25.

Ayat Hafalan:

"Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru; sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka" ( Kel 2:23-25).

Kitab Keluaran mengumandangkan kisah-kisah tentang yang tertindas, terpinggirkan, teraniaya, tereksploitasi, dan direndahkan. Dengan demikian, orang-orang yang saat ini merasa ditinggalkan, dilupakan, dan diperbudak dapat menemukan pengharapan, karena Allah yang sama yang menyelamatkan orang Ibrani dapat menyelamatkan mereka juga. Kitab Keluaran berbicara tentang pertempuran eksistensial dalam kehidupan, dan tentang ketidakadilan serta cobaan yang merupakan bagian dari kehidupan ini. Setiap orang dapat dikuatkan oleh kisah-kisah intervensi Allah yang berpihak kepada umat-Nya yang menderita. Allah mendengar jeritan orang-orang yang tertindas, melihat pergumulan mereka, memperhatikan air mata mereka, dan, dalam penderitaan mereka, datang untuk menolong.

Tuhan mengambil inisiatif untuk membebaskan mereka yang percaya kepada-Nya. Kita hanya perlu menerima, dengan iman, apa yang Dia tawarkan kepada kita. Inilah sebabnya mengapa kitab Keluaran harus dipelajari, karena kitab ini menunjukkan apa yang telah Yesus lakukan bagi kita semua. Kitab Keluaran adalah kitab tentang penebusan, pembebasan, dan keselamatan akhir yang semuanya adalah milik kita, dengan iman, di dalam Kristus Yesus dan apa yang telah Dia sediakan bagi kita. Di tengah kekacauan dan kegelapan, jika mata kita tertuju pada Tuhan, kita dapat mengenali kehadiran, perhatian, dan pertolongan-Nya saat Dia menuntun kita ke "Tanah Perjanjian" yang kekal.

*Pelajarilah Pelajaran Pekan ini untuk persiapan Sabat, 5 Juli.

Bacaan Tambahan: Kutipan Terpilih dari Ellen G. White

Tuhan tidak membiarkan domba-domba-Nya yang terluka dan remuk itu jatuh ke dalam kuasa Setan untuk dicabik-cabik. Dalam kelemahan mereka, Dia selalu memberikan kekuatan kepada umat-Nya. Ia melepaskan orang-orang yang sedang diuji dan dicobai dari kuasa Setan. Tuhan tidak pernah meninggalkan jiwa yang menaruh percaya kepada-Nya. Mereka yang mengaku sebagai anak-anak Allah harus senantiasa mempercayai Yesus. Jika tidak demikian, itu berarti mereka menyangkal kasih-Nya kepada kita. — “Jangan Ragukan Kasih Pengampunan Allah,” Signs of the Times, 3 Januari 1895, paragraf 3.

Orang-orang yang menolak untuk melangkah maju sebelum mereka melihat setiap langkah terbentang jelas di hadapan mereka, tidak akan pernah mencapai banyak hal. Tetapi setiap orang yang menunjukkan iman dan kepercayaannya kepada Allah dengan rela menyerahkan diri kepada-Nya, dan bersedia menanggung didikan ilahi yang diberikan, akan menjadi seorang pekerja yang berhasil bagi Sang Tuan Kebun Anggur. Dalam upaya mereka untuk mempersiapkan diri menjadi rekan sekerja Allah, sering kali manusia justru menempatkan diri mereka dalam keadaan yang justru membuat mereka tidak layak untuk dibentuk dan ditempa sesuai kehendak Tuhan. Karena itu mereka tidak menampakkan citra ilahi sebagaimana yang tercermin dalam hidup Musa. Dengan tunduk pada disiplin Allah, Musa menjadi saluran yang dikuduskan, melalui siapa Tuhan bisa bekerja. Ia tidak ragu untuk meninggalkan jalannya sendiri dan mengikuti jalan Tuhan, walaupun jalur itu terasa asing dan belum pernah dilalui sebelumnya. Ia tidak menggunakan pendidikannya untuk membantah perintah Tuhan atau untuk menunjukkan bahwa perintah-perintah itu tidak masuk akal atau mustahil untuk dipatuhi. Tidak. Ia justru menilai kemampuannya sendiri sangat rendah dalam menjalankan tugas besar yang Tuhan berikan kepadanya. Ketika ia memulai tugasnya untuk membebaskan umat Allah dari perbudakan, secara manusiawi tampaknya itu adalah misi yang mustahil. Namun, ia menaruh keyakinan kepada Dia bagi siapa tidak ada yang mustahil. — Fundamentals of Christian Education, hlm. 344.

Allah menghendaki umat-Nya bersiap menghadapi krisis besar yang segera datang. Siap atau tidak siap, semua orang akan menghadapinya; dan hanya mereka yang telah menyelaraskan hidupnya dengan standar ilahi yang akan tetap teguh pada masa ujian dan pencobaan itu. Ketika para penguasa dunia bersatu dengan pemuka agama untuk memaksakan kehendak mereka atas hati nurani manusia, barulah akan tampak siapa yang sungguh-sungguh takut dan melayani Allah. Ketika kegelapan mencapai puncaknya, terang dari tabiat yang serupa dengan Allah akan bersinar paling terang. Ketika semua kepercayaan lain gagal, maka akan tampak siapa yang tetap memiliki kepercayaan teguh kepada Jehovah. Dan saat musuh kebenaran mengelilingi dari segala penjuru, mengintai umat Tuhan untuk mencelakakan mereka, Allah akan menjaga mereka demi kebaikan. Ia akan menjadi bagi mereka seperti bayang-bayang batu besar di tanah yang tandus. — The Acts of the Apostles, hlm. 431.

Catatan: Kutipan di atas diambil dari Komentar Ellen G. White untuk Pelajaran Sekolah Sabat, diterbitkan oleh Pacific Press Publishing Association. Digunakan dengan izin.