Jika Engkau Menyembah Aku
Upaya Iblis untuk merebut takhta Allah juga terungkap dalam kisah pencobaan yang ada di Matius 4 dan Lukas 4. Dalam pertemuan yang mencolok antara Yesus dan si penggoda, banyak yang terungkap tentang sifat pertentangan tersebut. Di sini kita melihat realitas pertentangan besar antara Kristus dan iblis, namun ditampilkan secara gamblang dan mencolok.
Maka Roh "membawa" Yesus ke padang gurun agar "dicobai oleh Iblis" ( Mat. 4: 1). Dan sebelum menghadapi perjumpaan yang telah diatur sebelumnya ini, Yesus berpuasa selama empat puluh hari. Makanya ketika iblis datang, dia menggoda Yesus untuk mengubah batu menjadi roti, memanfaatkan rasa lapar Yesus yang luar biasa. Namun Yesus melawan godaan ini dengan Kitab Suci, dan taktik iblis gagal.
Kemudian, dalam usahanya untuk membuat Yesus bertindak lancang, iblis menggoda Yesus untuk menjatuhkan diri-Nya dari puncak Bait Suci. iblis memutarbalikkan Kitab Suci dengan menyatakan bahwa jika Yesus benar-benar Anak Allah, para malaikat akan melindungi Dia. Namun oleh membaca Kitab Suci dengan benar, Yesus kembali melawan godaan tersebut.
Godaan ketiga dengan jelas menyingkapkan apa yang iblis coba capai. Dia ingin Yesus menyembahnya. Iblis berupaya untuk merampas ibadah yang menjadi hak Allah semata.
Dan untuk melakukan hal ini, ia menunjukkan kepada Yesus "semua kerajaan di dunia dan kemuliaannya" dan kemudian menyatakan: "Semua ini akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud dan menyembah aku" ( Mat. 4: 8, 9). Memang benar, dalam Lukas 4: 6, ayat yang paralel dengan Matius, iblis menyatakan: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki" ( Luk. 4: 6).
Sekali lagi, Yesus melawan godaan tersebut dengan Kitab Suci, dan sekali lagi iblis gagal.
Dalam ketiga pencobaan tersebut, Yesus menggunakan Kitab Suci untuk bertahan melawan serangan musuh.