Asal Mula Pertentangan di Surga
Kejadian 1- 3 saja menunjukkan bahwa kejahatan sudah ada sebelum Kejatuhan Adam dan Hawa. Secara konseptual, "kejahatan" muncul dengan nama "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" ( Kej. 2: 9, 17). Lalu ular itu menuduh Allah berdusta, padahal sebenarnya dialah si ular yang berdusta. Keberadaan ular ( Why. 12: 9), beserta kebohongannya, menunjukkan realitas kejahatan di sana. Jadi, di Eden sebelum kejatuhan pun, adanya kejahatan sudah nyata.
Menurut perikop ini, asal usul kejahatan dan pertentangan kosmis dimulai di surga.
Sebelum dia jatuh, makhluk yang dikenal sebagai iblis adalah kerub yang berjaga. Selain dikenal sebagai kerub, dia adalah "gambar kesempurnaan, penuh hikmat dan maha indah" dan berada "di taman Eden, yaitu taman Allah" ( Yeh. 28: 12, 13). Tak satu pun dari hal-hal ini yang cocok dengan si manusia raja Tirus (atau manusia lainnya). Oleh karena itu, kita tahu bahwa di sini kita telah diberikan gambaran sekilas tentang kejatuhan Lusifer.
Menurut Yesaya 14, Lusifer memutuskan untuk meninggikan dirinya dan menyamakan dirinya dengan Allah. Ayat ini melengkapi apa yang kita lihat dalam Yehezkiel 28, bahwa hatinya "sombong" karena "kecantikannya" ( Yeh. 28: 17), yang seharusnya membawanya memuliakan Allah yang menjadikannya cantik. Sebaliknya, ia menjadi sombong. Yang lebih buruk Iagi, dalam kesombongan ini, dia berusaha mengambil tempat Allah dan memfitnah Dia. Istilah Ibrani untuk "dagang" dalam Yehezkiel 28: 16 juga berarti "fitnah," mengindikasikan bagaimana iblis akan bertindak melawan Allah dan juga melawan kita.