Seorang Musuh yang Melakukan Hal Itu
Yesus bercerita tentang seorang pemilik tanah yang hanya menabur benih yang baik di ladangnya. Namun, lalang bermunculan di antara gandum. Melihat hal ini, para pelayan pemilik bertanya kepadanya, "Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?" ( Mat. 13: 27). Hal ini mirip dengan pertanyaan yang sering diajukan saat ini mengenai masalah kejahatan: Jika Allah menciptakan dunia ini sepenuhnya baik, mengapa ada kejahatan di dalamnya?
Sang tuan menjawab pertanyaan hambanya: "Seorang musuh yang melakukannya" ( Mat. 13: 28). Yesus kemudian mengidentifikasi orang "yang menabur benih yang baik" sebagai "Anak Manusia" yaitu Yesus sendiri ( Mat. 13: 37), dan menjelaskan bahwa "ladang ialah dunia" ( Mat. 13: 38), dan "musuh yang menabur" benih lalang adalah "Iblis" ( Mat. 13: 39), yang secara jelas menggambarkan pertentangan kosmis antara Kristus dan lblis. Mengapa ada kejahatan di dunia? Kejahatan adalah akibat dari musuh (Iblis) yang melawan tuannya. "Seorang musuh yang melakukannya" ( Mat. 13: 28).
Namun jawaban ini menimbulkan pertanyaan lanjutan, "Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?" Dengan kata lain, mengapa tidak segera mencabut kejahatan? "Jangan," jawab sang majikan "sebab mungkin gandum itu akan tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama-sama sampai waktu menuai" ( Mat. 13: 29, 30; bandingkan dengan Mrk. 4: 29). Menurut perumpamaan ini, Allah pada akhirnya akan mengakhiri kejahatan, namun mencabut sebelum waktunya akan mengakibatkan kerusakan permanen yang merugikan kebaikan.