Pembelaan Kebebasan Memilih.
Sekalipun kita tidak memahami jalan dan rancangan Allah, Kitab Suci menyingkapkan beberapa hal yang membantu mengurai masalah kejahatan. Salah satu sarana untuk mengurai masalah logika tentang kejahatan ini dikenal sebagai pembelaan kebebasan memilih.
Pembelaan kebebasan memilih adalah pandangan bahwa kejahatan adalah akibat dari penyalahgunaan kebebasan memilih oleh makhluk ciptaan. Jadi, Allah tidak bisa disalahkan atas kejahatan, karena kejahatan adalah hasil dari penyalahgunaan kebebasan memilih yang diberikan Allah kepada kita untuk tujuan yang baik. Namun, mengapa Allah memberikan kebebasan memilih seperti itu? Dalam hal ini, C.S. Lewis menulis bahwa "kebebasan memilih, meskipun membuat kejahatan menjadi mungkin, juga merupakan satu-satunya hal yang memungkinkan adanya kasih, kebaikan, atau kegembiraan. Suatu dunia automata- yakni makhluk ciptaan itu bekerja seperti mesin- tidak ada gunanya diciptakan. Kebahagiaan yang Allah rencanakan bagi makhluk ciptaan-Nya yang lebih tinggi adalah kebahagiaan karena bersatu dengan-Nya dan dengan satu sama lain secara bebas dan sukarela …. Dan untuk itu mereka harus bebas"- Mere Christianity (New York: MacMillan, 1960), hlm. 52.
Mengapa memerintahkan mereka jika mereka mempunyai kebebasan memilih sejak awal? Adam dan Hawa memakan buah terlarang, dan sejak itu planet kita dipenuhi kejahatan. Dalam Kejadian 4, pasal berikutnya setelah kisah Kejatuhan, akibat buruk dosa terlihat dalam pembunuhan Habel oleh saudaranya. Kisah Kejatuhan menunjukkan bagaimana penyalahgunaan kebebasan memilih Adam dan Hawa membawa dosa dan kejahatan ke dalam sejarah planet kita.
Di seluruh Kitab Suci, kita melihat realitas kebebasan moral untuk memilih. (Lihat Ul. 7: 12, 13; Yos. 24: 14, 15; Mzm. 81: 12- 15; dan Yes. 66: 4). Setiap hari dalam hidup kita, pada tingkat tertentu, kita sendiri melakukan kebebasan memilih yang diberikan kepada kita oleh Pencipta kita. Tanpa kebebasan memilih, kita tidak akan bisa dikenali sebagai manusia. Kita akan lebih mirip mesin, atau bahkan robot yang tidak mempunyai pikiran.