Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 8 14 Nov 2026 - 20 Nov 2026

Menafsirkan Tulisan-Tulisan Nubuatan

Ayat Hafalan

"Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi" (Lukas 24: 27)."

Bacaan Pekan Ini: Mat. 5: 17-48; 1 Kor: 16: 20; Mat. 4: 1-11; Luk. 10: 25-28; Luk. 24: 25-27, 44-49.

Senin (Hari #3) 16 November 2026

Konteks Sejarah-Budaya

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Yesaya 65: 17-20. Apakah artinya bahwa di langit dan bumi yang baru seorang anak akan mati pada usia seratus tahun? ( Yes. 65: 20).

Mengambil Yesaya 65: 20 keluar dari latar sejarahnya, seseorang dapat dengan mudah berasumsi akan adanya kematian dan orang berdosa di langit yang baru dan bumi yang baru. Namun, gagasan itu bertentangan dengan janji-janji dalam Yesaya bahwa orang benar yang mati akan dibangkitkan ( Yes. 26: 19) dan bahwa kematian serta kesedihan akhirnya akan lenyap ( Yes. 25: 8; Yes. 65: 19). Yesaya 65: 20 jelas merupakan bahasa simbolis. Anak mana yang berusia 100 tahun?

Sebaliknya, ketika membaca Yesaya 65: 17-20 dalam latar sejarahnya, kita dapat mengenali bahwa ayat tersebut secara puitis menunjuk pada berkat yang akan diterima bangsa Israel, tetapi hanya jika mereka tetap setia pada ketentuan perjanjian (bandingkan dengan Ul. 28). Seperti yang Yesus lakukan dalam Matius 24, menghubungkan peristiwa yang lebih dekat dengan peristiwa yang akan datang kemudian, Yesaya melakukan hal yang sama di sini, menunjukkan bahwa apa yang akan terjadi sekarang akan menjadi pendahulu bagi langit yang baru dan bumi yang baru.

Dalam Yesaya, ciptaan baru tidak sepenuhnya di masa depan. Ciptaan baru itu telah masuk secara tiba-tiba ke masa kini melalui karya penebusan dan pengampunan Allah yang mulia. Ayat ini mengumumkan bahwa bahkan sekarang, dalam keberadaan Israel saat ini, Allah sudah mengalahkan kematian. Gagasan ini diungkapkan melalui janji umur panjang dan penghapusan kematian bayi ( Yes. 65: 20). Semua ini hanya membayangkan apa yang akhirnya akan datang.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 1 Korintus 16: 20. Bagaimanakah kita menerapkan teks ini pada waktu dan budaya kita sekarang?

Dalam budaya Yunani zaman Perjanjian Baru, sapaan di antara kerabat dan teman dekat disertai dengan ciuman. Paulus memberikan instruksi untuk sapaan penuh kasih sayang yang hangat ini di antara orang-orang percaya Kristen dalam Roma 16: 16, 1 Korintus 16: 20, 2 Korintus 13: 12, dan 1 Tesalonika 5: 26.

Dari konteksnya, kita dapat menarik prinsip alkitabiah untuk menyapa orang percaya dengan hangat dan membuat mereka merasa menjadi bagian dari keluarga Allah. Dalam beberapa budaya, berciuman mungkin tidak pantas, dan jabat tangan, pelukan, atau membungkuk akan lebih dapat diterima secara budaya. Namun, terlepas dari ekspresi budayanya, Paulus mendorong kita untuk membuat orang merasa diterima dan dikasihi dalam pertemuan-pertemuan gereja.