Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 8 14 Nov 2026 - 20 Nov 2026

Menafsirkan Tulisan-Tulisan Nubuatan

Ayat Hafalan

"Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi" (Lukas 24: 27)."

Bacaan Pekan Ini: Mat. 5: 17-48; 1 Kor: 16: 20; Mat. 4: 1-11; Luk. 10: 25-28; Luk. 24: 25-27, 44-49.

Minggu (Hari #2) 15 November 2026

Alkitab, Penafsir bagi Dirinya Sendiri

Penafsiran kita terhadap Kitab Suci sebagian besar dipengaruhi oleh asumsi-asumsi kita. Mereka yang menganggap Alkitab hanya sebagai kumpulan dokumen kuno tidak dapat melihat kesatuan apa pun di antara berbagai kitabnya. Namun, dengan mempertimbangkan prinsip dasar bahwa "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat" ( 2 Tim. 3: 16), kita dapat menghargai kesatuan yang mendasarinya dan membiarkan Alkitab menjadi penafsir bagi dirinya sendiri.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Matius 5: 17-48. Bagaimanakah Yesus menjelaskan ajaran Perjanjian Lama yang disebutkan dalam perikop ini?

Pembacaan sepintas terhadap Matius 5: 17-48 dapat memberikan kesan bahwa Yesus sedang mengganti ajaran Perjanjian Lama dengan ajaran baru milik-Nya sendiri. Namun, pembacaan yang lebih cermat memperjelas bahwa Yesus sedang menyingkapkan dimensi rohani yang dalam dari Perjanjian Lama. Dalam pengertian ini, Ia sedang menggenapi janji Yeremia 31: 31-33 bahwa di bawah perjanjian baru hukum Allah akan ditaruh dalam batin dan dituliskan dalam hati umat-Nya (bandingkan dengan Ibr. 8: 8-10; Ibr: 10: 16).

Terkadang penafsiran suatu bagian diberikan dalam kitab yang sama di mana bagian itu muncul. Sebagai contoh, dalam Daniel 2, kita menemukan deskripsi mimpi misterius Raja Nebukadnezar ( Dan. 2: 31-35) diikuti oleh penafsiran mimpi tersebut ( Dan. 2: 36-45). Demikian pula, dalam Matius 13 kita memiliki perumpamaan penabur ( Mat. 13: 1-9), dan kemudian penafsirannya ( Mat. 13: 18-23).

Terkadang penafsiran suatu pekabaran diberikan oleh nabi di kemudian hari. Misalnya, 2 Tawarikh 36: 22, 23 menegaskan penggenapan nubuatan 70 tahun, sebagaimana diprediksi dalam Yeremia 25: 11, 12 dan Yeremia 29: 10. Namun, banyak tipe Perjanjian Lama digenapi di dalam Kristus, dan banyak bagian Perjanjian Lama ditafsirkan dalam Perjanjian Baru.

"Perjanjian Lama adalah Injil dalam bentuk kiasan dan simbol. Perjanjian Baru adalah substansinya. Yang satu sama pentingnya dengan yang lain" -Ellen G. White, Selected Messages, jld. 2, hlm. 104.

Memang, Perjanjian Baru adalah penafsir yang diilhami dari Perjanjian Lama.

Pertanyaan Diskusi:
Mengapakah sangat penting untuk menyadari asumsi-asumsi kita saat kita mempelajari Alkitab? Mengapakah asumsi kita yang paling penting haruslah bahwa kita memercayainya sebagai Firman Allah dan bahwa Firman itulah yang menghakimi kita, bukan kita yang menghakimi Firman itu?