Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 7 07 Nov 2026 - 13 Nov 2026

Dengarkanlah Ini!

Ayat Hafalan

"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba" (1 Korintus 10: 11)."

Bacaan Pekan Ini: Bil. 13: 26-30; Yer. 36: 20-26; 2 Taw. 36: 15, 16; Mat. 23: 30-35; 1 Kor. 10: 6-12.

Kamis (Hari #6) 12 November 2026

Untuk Peringatan Kita

Semua kisah dalam Perjanjian Lama ini, betapapun kotor dan menyedihkannya, diberikan untuk alasan yang baik: idealnya, agar kita dapat belajar pelajaran dari kisah-kisah itu tentang apa yang terjadi ketika kita memberontak melawan Allah.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 1 Korintus 10: 6-12. Menurut rasul Paulus, mengapakah Allah mengilhami para nabi untuk menulis apa yang mereka tulis di dalam Alkitab?

Dalam ayat-ayat ini Paulus menarik garis lurus yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, menghubungkan Israel kuno dan gereja, yang mana kita yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sekarang menjadi bagiannya ( Gal. 6: 14-16). Paulus memperjelas bahwa catatan masa lalu tentang pengalaman manusia dengan Allah-baik atau buruk-tidak boleh diabaikan atau dikesampingkan.

Faktanya, Allah menganggapnya begitu penting sehingga Ia menyusunnya sebagai contoh "supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka nenek moyang kita] perbuat" ([1 Kor. 10: 6</span>). Dengan kata lain, masa lalu sering kali merupakan prolog bagi masa depan. Masa lalu sering kali menetapkan konteks bagi apa yang sedang terjadi saat ini dan apa yang akan terjadi di masa depan.

Efektifnya, Allah mengatakan bahwa kita tidak ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan generasi masa lalu, jika saja kita mengindahkan peringatan Kitab Suci dan berbagai pekabaran nubuatan yang dikirim oleh-Nya kepada kita melalui nabi-nabi-Nya. Jika Kita mendengarkan, belajar, dan taat, hidup kita akan diteguhkan, dan kita akan berhasil ( 2 Taw. 20: 20).

Bagi sebagian orang, bahkan kemakmuran rohani telah didefinisikan dengan memiliki rumah yang bagus, mobil, pakaian, dan harta benda lainnya. Sementara Allah berjanji untuk mengurus kebutuhan kita, Ia juga menginginkan jiwa kita menjadi makmur, sama seperti kita makmur dalam hal-hal lain ( 3 Yoh. 2). Namun, kepenuhan rohani yang sejati dan abadi dalam kehidupan Kristen menuntut ketaatan pada berbagai pekabaran Allah.

Allah tidak membuang-buang kata. Ketika Ia berbicara, Firman-Nya kekal. Kuasa dan khasiatnya tidak pernah berakhir ( Yes. 40: 8). Firman itu diberikan untuk peringatan kita, "yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba" ( 1 Kor. 10: 11). Jika itu benar pada masa itu, betapa terlebih lagi kata-kata itu berlaku bagi kita saat ini?

Pertanyaan Diskusi:
Ketika Anda membaca kisah-kisah dalam Alkitab tentang pemberontakan dan ketidakpercayaan, pelajaran apakah yang dapat Anda tarik dari kisah-kisah itu yang dapat membantu Anda menghindari melakukan sesuatu yang serupa?