Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 7 07 Nov 2026 - 13 Nov 2026

Dengarkanlah Ini!

Ayat Hafalan

"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba" (1 Korintus 10: 11)."

Bacaan Pekan Ini: Bil. 13: 26-30; Yer. 36: 20-26; 2 Taw. 36: 15, 16; Mat. 23: 30-35; 1 Kor. 10: 6-12.

Minggu (Hari #2) 08 November 2026

Kemarahan pada Utusan Allah

Musa, pemimpin pilihan Allah, mengetahui sukacita dan kepedihan dalam memimpin sekumpulan orang banyak melalui padang gurun untuk mencari Tanah Perjanjian.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Bilangan 14: 4-11. Apakah yang sedang terjadi dalam ayat-ayat ini? Mengapakah bangsa itu kesal kepada Musa dan Harun?

Pembacaan yang cermat terhadap ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa anak-anak Israel marah kepada Allah karena mereka tidak memercayai-Nya. Musa dan Harun, wakil manusia dari Ketuhanan Allah yang mutlak, adalah sasaran empuk bagi kemarahan bangsa itu. Kebutuhan akan keamanan fisik dan mental adalah motivasi inti yang dimiliki semua manusia. Ketika salah satunya terancam, atau kita menganggap sesuatu sebagai ancaman terhadap kesejahteraan fisik atau mental kita, kita bisa menjadi marah atau bahkan irasional.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Bilangan 13: 26-30. Mengapakah orang Israel begitu takut? Kata-kata penghiburan apakah yang dibagikan Kaleb kepada mereka?

Orang Israel memendam ketakutan yang sah tentang tantangan-tantangan yang ada di depan dalam memiliki Tanah Perjanjian, "tetapi apabila manusia menyerahkan hatinya kepada sikap tidak percaya mereka menempatkan diri di bawah pengendalian Setan, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui sampai berapa jauh Setan akan memimpin mereka" (Ellen G. White, Sejarah Para Nabi (1999), jld. 1, hlm. 465).

Musa menghadapi tantangan kepemimpinan yang hampir tak teratasi pada saat ini. Ketakutan orang-orang segera berkembang menjadi kemarahan terhadap Harun dan Musa dan menjadi pemberontakan terbuka terhadap Allah. Ketika orang-orang mencari pemimpin baru untuk menggantikan nabi/pemimpin yang dipilih oleh Allah ( Ul. 34: 10-12; Bil. 14: 4), Yosua dan Kaleb mengoyakkan pakaian mereka dan memohon kepada orang-orang itu untuk percaya kepada Allah meskipun mereka takut:

"Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu…" ( Bil. 14: 8, 9).

Pertanyaan Diskusi:
Mudah untuk percaya kepada Allah ketika segala sesuatunya berjalan baik, bukan? Bagaimanakah ketika bencana melanda? Bagaimanakah ketika memercayai Allah berarti ketidaknyamanan atau kesulitan? Seberapa baikkah yang Anda lakukan saat itu?