Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 10 28 Nov 2026 - 04 Dec 2026

Otoritas dan Relevansi Kenabian

Ayat Hafalan

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita" (Ibrani 4: 12)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 4: 10–16; Luk. 8: 22–25; Yoh. 3: 1–10; Kis. 16: 25–34; 1 Kor: 5: 1–5; Luk. 7: 28.

Senin (Hari #3) 30 November 2026

Otoritas Yesus

Pertanyaan Diskusi:
Apakah dasar otoritas Yesus? Apakah bukti dari otoritas ini? Lihat Matius 21: 23–27 dan Yohanes 17: 2.

Ketika Yesus sedang mengajar, para imam datang kepada-Nya dan menuntut untuk mengetahui siapa yang telah memberi-Nya otoritas untuk melakukan pelayanan ini. Bagaimanapun, Yesus tidak lulus dari sekolah lokal mana pun, juga tidak menerima pelatihan di sekolah tradisional para rabi. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka, Yesus menunjukkan jalan menuju jawabannya, dengan bertanya kepada para penanya-Nya tentang otoritas tak terbantahkan yang ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis. Dengan menolak untuk menjawab, mereka meniadakan kuasa Allah yang memahkotai pelayanan Yohanes dan menolak otoritas Yesus yang, seperti Yohanes, juga diutus oleh Allah.

Pertanyaan Diskusi:
Apakah yang juga diceritakan ayat-ayat berikut kepada kita tentang otoritas Yesus? ( Mat. 7: 28, 29; Mrk. 1: 21–27; Luk. 8: 22–25; Luk. 9: 1; Yoh. 5: 25–27; dan Yoh. 7: 38).

Segala otoritas adalah milik Yesus sebagai Pencipta ( Yoh. 1: 3) dan Juruselamat manusia ( Rm. 3: 24). Ia adalah Firman Allah. Otoritas Ilahi yang dimiliki oleh Yesus selama kehidupan dan pelayanan duniawi-Nya tidak dapat ditiru atau dihasilkan sendiri oleh siapa pun. Pengajaran Yesus mengherankan para pendengar karena Ia mengajar sebagai Orang yang memiliki otoritas ( Mat. 7: 29).

Semua Injil mencatat otoritas kenabian Yesus yang bukan berasal dari dunia ini. Yesus mengampuni dosa ( Mrk. 2: 10, 11), mengusir setan ( Mrk. 3: 15), dan mengetahui apa yang dipikirkan orang ( Yoh. 2: 24, 25). Ia membangkitkan orang mati dan menawarkan hidup yang kekal ( Yoh. 10: 28).

Selama berada di bumi sebagai Penebus kita, Yesus menjalankan otoritas yang diberikan kepada-Nya oleh Allah Bapa ( Yoh. 17: 2), dan Ia bergantung pada serta bekerja sama dengan Bapa ( Yoh. 5: 19) setiap saat, sering kali merujuk kembali pada Kitab Suci, yang, menurut klaim-Nya, bersaksi tentang Dia. Yesus juga memiliki otoritas mutlak dan dapat mendelegasikan otoritas itu kepada murid-murid-Nya ( Mrk. 6: 7). Sebagai Firman Allah, kesaksian-Nya juga datang kepada para nabi yang melalui mereka Ia berbicara ( Why. 19: 10).

Pertanyaan Diskusi:
Bahkan dengan semua bukti yang Yesus berikan, beberapa orang masih menolak-Nya. Bagaimanakah kita bisa berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap ketidakpercayaan yang sama, mengingat semua alasan yang kita miliki untuk percaya?