Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-04 Pelajaran 10 28 Nov 2026 - 04 Dec 2026

Otoritas dan Relevansi Kenabian

Ayat Hafalan

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita" (Ibrani 4: 12)."

Bacaan Pekan Ini: Kel. 4: 10–16; Luk. 8: 22–25; Yoh. 3: 1–10; Kis. 16: 25–34; 1 Kor: 5: 1–5; Luk. 7: 28.

Minggu (Hari #2) 29 November 2026

Menjadi Perantara Otoritas Allah

Sebelum memberi seseorang izin untuk berbicara mewakili Anda, bukankah Anda akan memastikan untuk memilih seseorang yang Anda percayai? Penting baginya untuk mengetahui posisi Anda dan menyatakannya dengan setia.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Keluaran 2: 11–15 dan Keluaran 3: 1–3, 10–13. Bagaimanakah masa Musa sebagai gembala mempersiapkannya untuk menjadi juru bicara bagi Allah?

Musa telah menghabiskan 40 tahun pertama hidupnya untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang ditawarkan Mesir, tetapi ini tidak mempersiapkannya untuk menjadi utusan Allah. Ia harus menghabiskan 40 tahun berikutnya di padang gurun sebagai gembala, tanpa gangguan dunia. Dalam banyak hal, ia harus menanggalkan banyak hal yang telah ia pelajari sebagai seorang pangeran. Sebelum ia dapat bekerja sama dalam membebaskan Israel, Musa harus mengenal Allah yang atas nama-Nya ia akan berbicara.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Keluaran 4: 10–16. Apakah yang dapat kita pelajari dari diskusi antara Allah dan Musa ini tentang bagaimanakah nabi dipanggil dan bagaimanakah mereka bekerja?

Musa diminta untuk memainkan peran Allah, dengan Harun mengambil peran sebagai penyambung lidah Musa ( Kel. 4: 16; lihat juga Kel. 7: 1). Seperti yang Ia lakukan dengan Musa dan Harun, Allah membantu nabi-nabi-Nya menemukan cara terbaik untuk menyampaikan pekabaran yang Ia berikan kepada mereka.

Musa tahu bahwa ia sebelumnya telah gagal. Ia ingat pertemuan terakhirnya dengan sesama orang Israel, ketika otoritasnya dipertanyakan ( Kel. 2: 14). Allah memahami kekhawatiran Musa. Ia menangani ketakutannya dengan sabar. Semua dasar untuk beralasan telah disingkirkan, tetapi, bahkan kemudian, Musa menolak panggilan itu. Ketakutannya telah berubah menjadi ketidakpercayaan. Dengan keengganannya, ia mempertanyakan kemampuan Allah untuk menggunakannya. Saat itulah Allah mengeluarkan perintah tanpa syarat untuk membuat nabi yang enggan itu bergerak ( Kel. 3: 14–17).

Pertanyaan Diskusi:
Anda mungkin bukan seorang nabi, tetapi apakah yang telah Allah panggil untuk Anda lakukan bagi-Nya selama hidup Anda? Bagaimanakah cara terbaik untuk mempersiapkan diri Anda bagi panggilan ini?