Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-03 Pelajaran 9 22 Aug 2026 - 28 Aug 2026

Pelayanan yang Digerakkan oleh Kasih

Ayat Hafalan

"Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua" (2 Korintus 2: 4)."

Bacaan Pekan Ini: 2 Kor. 1: 3–14, 2 Kor. 2: 17, 2 Kor. 4: 2, 1 Kor. 16: 5–7, 2 Kor. 7: 5–13, 2 Kor. 2: 5–17.

Minggu (Hari #2) 23 August 2026

Pengucapan Syukur

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 2 Korintus 1: 3–7. Apakah alasan di balik sikap syukur Paulus di sini?

Rasa syukur Paulus berpusat pada penghiburan yang Tuhan berikan bagi mereka yang menderita. Dalam perikop ini, kata kerja menghibur (_parakaleō_) dan kata benda penghiburan (_paraklēsis_) muncul bersamaan sebanyak sepuluh kali. Ini merupakan sepertiga dari seluruh kemunculan kata-kata ini dalam kitab 2 Korintus (29 kali). Allah digambarkan sebagai "Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami" ( 2 Kor. 1: 3, 4).

Penghiburan yang diterima seseorang dari Allah bukanlah untuk disimpan sendiri ( 2 Kor. 1: 4, 5). Hanya hati yang menderita yang telah menerima penghiburan Allah yang mampu memberikan penghiburan secara efektif kepada mereka yang juga menderita.

Paulus dapat menghibur orang lain karena ia sendiri, dalam penderitaannya, telah menerima penghiburan dari Allah. "Sebab jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu …. Sebaliknya jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu" ( 2 Kor. 1: 6; penekanan ditambahkan). Inilah kasih!

Pertanyaan Diskusi:
Untuk apakah Paulus mengucap syukur dalam 2 Korintus 1: 8–11?

Paulus berbicara tentang penderitaan yang "begitu berat di luar kekuatan kami" yang membuat ia dan rekan-rekannya takut bahwa akhir hidup mereka telah tiba ( 2 Kor. 1: 8). Untuk sesaat, mereka berpikir bahwa kebangkitan adalah satu-satunya harapan mereka. Namun, Allah menyelamatkan mereka, dan keadaannya pun berubah ( 2 Kor. 1: 10). Dari ketakutan akan kematian ( 2 Kor. 1: 8), mereka bangkit dengan harapan yang tersirat bahwa Allah akan menyelamatkan mereka sekali lagi ( 2 Kor. 1: 10). Kemenangan Allah di masa lalu memberi kita keyakinan bahwa Dia akan melakukan hal yang sama di masa depan. Allah menggunakan penderitaan untuk mengajar kita agar percaya kepada-Nya. Kesulitan dapat menuntun kita pada kedewasaan rohani, setidaknya sejauh kita mengizinkannya untuk membawa kita lebih dekat kepada Allah. Ucapan syukur Paulus juga menunjukkan kekuatan doa syafaat dan rasa syukur yang kita alami karena penyelamatan dari Allah ( 2 Kor. 1: 11).

Pertanyaan Diskusi:
Apa yang menurut Anda bermanfaat dalam menghadapi penderitaan yang, dengan satu atau lain cara, kita semua hadapi?