Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2026-03 Pelajaran 11 05 Sep 2026 - 11 Sep 2026

Penatalayanan dan Misi

Ayat Hafalan

"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya" (2 Korintus 8: 9)."

Bacaan Pekan Ini: 2 Kor. 8–9, Yoh. 3: 16, Yoh. 17: 5, Luk. 9: 58, Why. 13: 8, Rm. 12: 8, Rm. 15: 26, 27.

Senin (Hari #3) 07 September 2026

Motivasi

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah 2 Korintus 8: 1, 5 dan 2 Korintus 9: 7, 9, 13, 15. Apakah pesan utama dari perikop-perikop ini?

Bahasa memberi terkandung di seluruh 2 Korintus 8 dan 9: "Kasih karunia yang dianugerahkan" ( 2 Kor. 8: 1); "Mereka memberikan diri mereka" ( 2 Kor. 8: 5); "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya … sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" ( 2 Kor. 9: 7); "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin" ( 2 Kor. 9: 9); "Mereka memuliakan Allah karena … kemurahan hatimu dalam membagikan ( 2 Kor. 9: 13); "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" ( 2 Kor. 9: 15). 2 Korintus 8 dan 9 dimulai dan diakhiri dengan bahasa memberi ( 2 Kor. 8: 1 dan 2 Kor. 9: 15). Kita harus membaca kedua pasal ini dengan gagasan memberi dalam pikiran kita. Keduanya menyajikan setidaknya empat alasan utama untuk memberikan persembahan kita.

Rasa syukur atas kasih karunia Allah ( 2 Kor. 8: 1; 2 Kor. 9: 14, 15). 2 Korintus 8–9 dimulai dengan referensi pada "kasih karunia Allah" ( 2 Kor. 8: 1). Sedikit lebih jauh, Paulus berkata, "kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus" ( 2 Kor. 8: 9, ESV). Kasih karunia Allah dan Kristus disajikan di sini sebagai alasan utama seseorang untuk praktik memberi persembahan. Allah telah melakukan begitu banyak bagi kita dengan memberikan Kristus. Dengan memberikan persembahan kita sebagai balasannya, kita mengakui kasih karunia Allah dalam hidup kita.

Seperti halnya konsep memberi, istilah "kasih karunia" (dalam bahasa Yunani, charis) juga muncul berulang kali dalam 2 Korintus 8–9. Demikian pula, kata charis muncul di awal dan akhir perikop ini ( 2 Kor. 8: 1; 2 Kor. 9: 14, 15). Paulus menerapkan istilah ini dalam makna yang sama dalam perikop tersebut untuk menekankan bahwa kasih karunia Kristus dalam hidup kita menghasilkan kasih karunia bagi orang lain dan ucapan syukur.

Keinginan untuk mengikuti teladan Yesus ( 2 Kor. 8: 9). Yesus kaya dan menjadi miskin (ingatlah bahwa ini adalah simbol untuk pra-eksistensi kekal-Nya dan kemudian kedatangan-Nya ke dalam kemanusiaan). Hanya ada satu cara hal itu bisa terjadi: Ia memberikan segalanya. Bagi kita, dengan membagikan persembahan kita, kita menyediakan sarana bagi orang lain untuk mengenal Kristus.

Keinginan untuk berbagi berkat Allah ( 2 Kor. 9: 10, 11). Kita memberi kepada orang lain hanya karena kita pertama-tama menerima dari Allah. Ia memperkaya kita agar kita bisa menjadi murah hati.

Kasih yang tulus ( 2 Kor. 8: 8, 24). Memberi adalah ujian dari kasih yang tulus dan sejati. Ini adalah bukti paling substansial bahwa kasih berdiam di dalam hati seseorang. Menggunakan sebuah ungkapan, artinya "membuktikan ucapan Anda dengan tindakan nyata."

Pertanyaan Diskusi:
Seberapa murah hatikah Anda? Mengingat Salib, seberapa banyak yang Anda berikan dibandingkan dengan apa yang bisa Anda berikan?