Tanah yang Dipulihkan
Selama masa pembuangan di Babel, bangsa Israel tidak hanya mengalami kenyataan yang menyedihkan karena tidak memiliki tanah, tetapi juga janji bahwa hubungan mereka dengan Tuhan, meskipun dinyatakan secara konkret melalui janji akan tanah, namun tidak tergantung pada, dan terbatas pada, kepemilikan tanah. Ketika bangsa Israel mengakui dosa-dosa mereka, bertobat, dan mencari Tuhan dengan segenap hati mereka, Tuhan menggenapi janji-Nya lagi, dan membawa mereka kembali ke negeri mereka sebagai tanda pemulihan. Artinya, Dia masih menjadi Allah mereka, bahkan ketika mereka tidak berada di negeri itu.
Namun, sebagaimana janji bahwa Israel akan memiliki negeri itu untuk selamanya adalah bersyarat ( Ul. 28: 63, 64; Yos. 23: 13, 15; 1 Raj. 9: 7; 2 Raj. 17: 23; Yer. 12: 10-12), demikian pula janji untuk menetap kembali dan membuat Israel makmur di negeri itu setelah pembuangan. Pada saat yang sama, para nabi dalam Perjanjian Lama menunjuk pada pemulihan yang akan dibawa oleh raja Daud di masa depan ( Yes. 9: 6, 7; Zak 9: 9, 16). Janji ini digenapi dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, yang di dalam diri-Nya semua janji kepada Israel purba akan digenapi.
Dalam Perjanjian Baru, Tanah Perjanjian tidak disebutkan secara langsung, tetapi kita diberitahu bahwa janji-janji Allah telah digenapi di dalam dan melalui Yesus Kristus ( 2 Kor. 1: 20, Rm. 15: 8). Dengan demikian, dalam terang Kristus, tanah itu ditafsirkan kembali, dan menjadi simbol berkat-berkat rohani yang direncanakan Allah untuk diberikan kepada umat-Nya yang setia di dunia ini ( Ef. 2: 6) dan di akhirat kelak.
Penggenapan akhir dari janji Ilahi tentang peristirahatan, kelimpahan, dan kesejahteraan di negeri itu akan terjadi di bumi yang baru, bebas dari dosa dan konsekuensinya. Dalam hal ini, sebagai orang Kristen, pengharapan kita didasarkan pada janji Kristus bahwa Dia akan datang kembali, dan, setelah periode 1.000 tahun di surga, mendirikan kerajaan-Nya yang kekal di bumi yang telah dijadikan baru. Ini akan menjadi penggenapan penuh dari semua janji tentang negeri itu.