Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-04 Pelajaran 9 22 Nov 2025 - 28 Nov 2025

Ahli Waris Perjanjian, Tawanan Harapan

Ayat Hafalan

"Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!" (Zakharia 9: 12)."

Bacaan Pekan Ini: Kej. 3: 17–24; Ul. 6: 3; Yos. 13: 1-7; Ibr. 12: 28; Im. 25: 1-5, 8-13; Yeh. 37: 14, 25.

Rabu (Hari #5) 26 November 2025

Yobel

Tanah itu sangat penting bagi keberadaan Israel sebagai umat Allah sehingga tidak dapat dibagi-bagikan secara keseluruhan. Tanah itu harus dibagi-bagi berdasarkan suku, kaum, dan keluarga ( Bil. 34: 13-18) untuk mencegah tanah itu menjadi milik segelintir orang elit.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Imamat 25: 1-5, 8-13. Apakah tujuan dari tahun Sabat dan Tahun Yobel?

Berbeda dengan Mesir, di mana penduduknya secara teratur kehilangan tanah mereka dan menjadi budak Firaun, tujuan Tuhan bagi bangsa Israel adalah agar mereka tidak pernah kehilangan hak mereka tanpa batas waktu. Tidak seorang pun, di luar kaum dan keluarga yang pada awalnya diberikan tanah itu, dapat memiliki tanah tersebut. Bahkan, menurut rencana Tuhan, tanah itu tidak akan pernah bisa dijual; tanah itu hanya bisa disewakan sesuai dengan nilainya yang ditentukan oleh jumlah tahun yang tersisa sampai Tahun Yobel berikutnya. Oleh karena itu, kerabat seseorang yang terpaksa "menjual" tanah leluhurnya memiliki kewajiban untuk menebusnya bahkan sebelum Tahun Yobel ( Im. 25: 25).

Pembagian tanah menjadi jendela ke dalam hati Tuhan. Sebagai Bapa surgawi kita, Dia ingin anak-anak-Nya bermurah hati kepada mereka yang kurang beruntung dan mengizinkan tanah mereka untuk memberi makan mereka setiap tahun ketujuh. Tahun Sabat menerapkan prinsip perintah Sabat dalam skala yang lebih besar. Selain menghargai dan mendorong kerja keras, kepemilikan tanah juga menuntut rasa hormat dan kebaikan kepada mereka yang menghadapi tantangan keuangan.

Undang-undang kepemilikan tanah memberikan kesempatan kepada setiap orang Israel untuk terbebas dari keadaan yang menindas yang diwariskan atau yang disebabkan oleh diri sendiri dan untuk memiliki awal yang baru dalam hidup.

Pada intinya, inilah tujuan utama Injil: untuk menghapus perbedaan antara kaya dan miskin, majikan dan karyawan, yang memiliki hak istimewa dan yang tidak memiliki hak istimewa, menempatkan kita semua pada posisi yang sama dengan mengakui kebutuhan kita sepenuhnya akan kasih karunia Allah.

Sayangnya, Israel lalai dalam menaati standar yang telah ditetapkan oleh Tuhan dan, setelah berabad-abad, peringatan tentang perampasan tanah itu digenapi ( 2 Taw. 36: 20, 21).

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah prinsip-prinsip jatah tanah milik bangsa Israel dan hari Sabat dapat mengingatkan kita bahwa, di mata Tuhan, kita semua setara? Bagaimanakah Sabat dapat menolong kita untuk mengatakan "tidak" pada lingkaran konsumerisme yang eksploitatif dan kejam yang menjangkiti banyak masyarakat?