Ahli Waris Perjanjian, Tawanan Harapan
Bacalah untuk Pelajaran Pekan Ini
Kej. 3: 17–24; Ul. 6: 3; Yos. 13: 1-7; Ibr. 12: 28; Im. 25: 1-5, 8-13; Yeh. 37: 14, 25.
Ayat Hafalan“Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!" ( Zakharia 9: 12).
Yosua 13-21 berisi daftar panjang penanda batas geografis yang menggambarkan bagian-bagian tanah yang dialokasikan untuk suku-suku Israel. Bagi pembaca modern, daftar-daftar ini mungkin tampak tidak relevan, tetapi daftar-daftar ini didasarkan pada pemahaman teologis tentang Tanah Perjanjian yang sangat penting bagi kita saat ini. Melalui daftar-daftar yang konkret ini, Allah ingin mengajarkan kepada bangsa Israel bahwa tanah itu bukanlah sebuah mimpi. Tanah itu dijanjikan kepada mereka dengan cara yang sangat nyata dan terukur. Namun, mereka harus membuat janji itu menjadi kenyataan dengan bertindak berdasarkan janji itu.
Artinya, ya, Tuhan akan memberikan negeri itu kepada mereka sebagai warisan; negeri itu akan menjadi sebuah hadiah, yang diberikan sebagai penggenapan dari apa yang telah Dia janjikan kepada nenek moyang mereka. "Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunannya" ( Ul. 1: 8). Namun, mereka juga memiliki peran dalam hal ini.
Pekan ini kita akan melihat beberapa konsep teologis yang berhubungan dengan Tanah Perjanjian dan implikasi rohaninya bagi mereka yang mengklaim semua janji yang ada di dalam Yesus.
*Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk pelajaran pada Sabat, 29 November.