Pendalaman
Bacalah tulisan Ellen G. White, "Pembagian Negeri Kanaan,” dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 118–132.
"Sementara di satu pihak adalah penting untuk menjauhkan diri dari kelalaian dalam menghadapi dosa, adalah sama pentingnya di pihak lain untuk menjauhkan diri dari sikap curiga yang tidak beralasan dan tindakan untuk mengecam dengan keras….
"Kebijaksanaan yang telah dinyatakan oleh suku Ruben dan sahabat-sahabat mereka patut dicontoh. Sementara dengan jujur berusaha memajukan agama yang benar, mereka telah disalahtafsirkan dan telah dikecam dengan keras; namun demikian, mereka tidak menunjukkan kemarahan. Dengan sopan dan sabar mereka telah mendengarkan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan oleh saudara-saudara mereka, sebelum berusaha untuk mengadakan pembelaan diri, dan kemudian dengan sempurna menerangkan motif mereka dan menunjukkan keadaan mereka yang tidak bersalah itu. Dengan demikian, kesulitan yang akan mendatangkan akibat-akibat yang gawat itu, telah diatasi dengan baik.
"Sekalipun berada di bawah tuduhan yang palsu, mereka yang berada di pihak yang benar bisa berusaha untuk menjadi tenang dan berpikir. Allah mengerti akan segala sesuatu yang disalah-mengerti dan disalahtafsirkan oleh manusia, dan kita dapat dengan aman menyerahkan perkara kita ke dalam tangan-Nya. Ia pasti akan membenarkan persoalan mereka yang berharap kepada-Nya sebagaimana Ia telah menunjukkan kesalahan Akhan. Mereka yang didorong oleh roh Kristus akan memiliki belas kasihan yang sifatnya sabar dan manis budi.
"Allah menghendaki bahwa persatuan dan kasih persaudaraan harus ada di antara umat-Nya. Doa Kristus sebelum penyaliban-Nya adalah agar murid-murid-Nya bisa menjadi satu sama seperti Dia satu adanya dengan Bapa, agar dunia percaya bahwa Allah telah mengutus Dia. Doa yang paling ajaib dan mengharukan ini menggema sepanjang zaman, bahkan sampai kepada zaman kita sekarang ini, karena kata-kata-Nya adalah, "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka." Yohanes 17: 20. Sementara kita tidak boleh mengorbankan satu prinsip kebenaran, haruslah menjadi tujuan kita selalu untuk mencapai keadaan persatuan seperti ini"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 132.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: