Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-04 Pelajaran 11 06 Dec 2025 - 12 Dec 2025

Hidup di Negeri Ini

Ayat Hafalan

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15: 1)."

Bacaan Pekan Ini: Pekan ini kita akan mempelajari Yosua 22 dan sebuah tantangan yang muncul dari kesalahpahaman yang besar di antara bangsa Israel. Di awal kitab ini, Yosua memerintahkan beberapa suku untuk menyeberangi Sungai Yordan dan berpartisipasi dalam penaklukan, bersama dengan suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan (Yos. 1: 12-18). Setelah tugas itu selesai, mereka bebas untuk kembali. Namun, di sisi barat Sungai Yordan, mereka membangun sebuah mazbah yang menimbulkan kekhawatiran di antara suku-suku Yordan Barat.

Jumat (Hari #7) 12 December 2025

Pendalaman

Bacalah tulisan Ellen G. White, "Pembagian Negeri Kanaan,” dalam Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 118–132.

"Sementara di satu pihak adalah penting untuk menjauhkan diri dari kelalaian dalam menghadapi dosa, adalah sama pentingnya di pihak lain untuk menjauhkan diri dari sikap curiga yang tidak beralasan dan tindakan untuk mengecam dengan keras….

"Kebijaksanaan yang telah dinyatakan oleh suku Ruben dan sahabat-sahabat mereka patut dicontoh. Sementara dengan jujur berusaha memajukan agama yang benar, mereka telah disalahtafsirkan dan telah dikecam dengan keras; namun demikian, mereka tidak menunjukkan kemarahan. Dengan sopan dan sabar mereka telah mendengarkan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan oleh saudara-saudara mereka, sebelum berusaha untuk mengadakan pembelaan diri, dan kemudian dengan sempurna menerangkan motif mereka dan menunjukkan keadaan mereka yang tidak bersalah itu. Dengan demikian, kesulitan yang akan mendatangkan akibat-akibat yang gawat itu, telah diatasi dengan baik.

"Sekalipun berada di bawah tuduhan yang palsu, mereka yang berada di pihak yang benar bisa berusaha untuk menjadi tenang dan berpikir. Allah mengerti akan segala sesuatu yang disalah-mengerti dan disalahtafsirkan oleh manusia, dan kita dapat dengan aman menyerahkan perkara kita ke dalam tangan-Nya. Ia pasti akan membenarkan persoalan mereka yang berharap kepada-Nya sebagaimana Ia telah menunjukkan kesalahan Akhan. Mereka yang didorong oleh roh Kristus akan memiliki belas kasihan yang sifatnya sabar dan manis budi.

"Allah menghendaki bahwa persatuan dan kasih persaudaraan harus ada di antara umat-Nya. Doa Kristus sebelum penyaliban-Nya adalah agar murid-murid-Nya bisa menjadi satu sama seperti Dia satu adanya dengan Bapa, agar dunia percaya bahwa Allah telah mengutus Dia. Doa yang paling ajaib dan mengharukan ini menggema sepanjang zaman, bahkan sampai kepada zaman kita sekarang ini, karena kata-kata-Nya adalah, "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka." Yohanes 17: 20. Sementara kita tidak boleh mengorbankan satu prinsip kebenaran, haruslah menjadi tujuan kita selalu untuk mencapai keadaan persatuan seperti ini"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 132.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah nasihat Paulus untuk "menganggap orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri" ( Flp. 2: 3, ESV) dapat menolong kita untuk tidak berburuk sangka terhadap saudara-saudari kita?
Pertanyaan Diskusi:
Mengapa kita sering bereaksi berlebihan terhadap suatu situasi karena kegagalan atau kesalahan kita di masa lalu? Bagaimanakah kita dapat menghindari kecenderungan ini?
Pertanyaan Diskusi:
Diskusikanlah pentingnya mendengarkan sudut pandang orang lain. Bagaimanakah kita dapat mengembangkan sebuah budaya mendengarkan di dalam gereja kita? (Bandingkan dengan Yak. 1: 19.)
Pertanyaan Diskusi:
Kita hidup di dalam masyarakat di mana berbagai tuntutan kehidupan profesional, tanggung jawab keluarga, komitmen yang berhubungan dengan gereja, dan tugas-tugas lain yang tampaknya terasa sangat berat. Bagaimanakah prinsip melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan tidak hanya membuat kita lebih bertanggung jawab tetapi juga memberi kita kedamaian pikiran?