Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-04 Pelajaran 11 06 Dec 2025 - 12 Dec 2025

Hidup di Negeri Ini

Ayat Hafalan

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15: 1)."

Bacaan Pekan Ini: Pekan ini kita akan mempelajari Yosua 22 dan sebuah tantangan yang muncul dari kesalahpahaman yang besar di antara bangsa Israel. Di awal kitab ini, Yosua memerintahkan beberapa suku untuk menyeberangi Sungai Yordan dan berpartisipasi dalam penaklukan, bersama dengan suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan (Yos. 1: 12-18). Setelah tugas itu selesai, mereka bebas untuk kembali. Namun, di sisi barat Sungai Yordan, mereka membangun sebuah mazbah yang menimbulkan kekhawatiran di antara suku-suku Yordan Barat.

Rabu (Hari #5) 10 December 2025

Jawaban yang Lembut

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Yosua 22: 21-29 dalam terang Amsal 15: 1. Apakah yang dapat kita pelajari dari jawaban suku-suku di Timur?

Jawaban dari pihak tertuduh, sejelas dan sekuat tuduhannya, merupakan inti dari pasal ini baik secara tematis maupun struktural. Sejauh ini, suku-suku tersebut tidak menjawab tuduhan-tuduhan tersebut, melainkan hanya diam mendengarkan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepada mereka. Mengingat keseriusan tuduhan itu, kesabaran mereka patut dicontoh karena mereka menunjukkan arti sebenarnya dari pepatah: "Jawaban yang lemah lembut meredam murka, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah" ( Ams. 15: 1, NKJV).

Kalimat pembuka dari pembelaan ini adalah serangkaian nama-nama Ilahi yang dikaitkan dengan Allah Israel: El, Elohim, Yahwe ( Yos. 22: 22). Kalimat ini diulang dua kali dengan kekuatan yang semakin meningkat, karena menjadi sumpah yang sungguh-sungguh untuk menghilangkan keraguan dan tuduhan palsu yang hampir menyebabkan perang saudara di Israel. Mereka sangat yakin bahwa Tuhan sepenuhnya mengetahui dan memahami situasi yang terjadi, dan mereka berharap delegasi yang hadir akan sampai pada kesimpulan yang sama. Kedua suku ini juga mengakui pertanggungjawaban mereka di hadapan Tuhan dengan meminta Dia untuk melakukan pembalasan (bandingkan dengan Ul. 18: 19, 1 Sam. 20: 16) jika mereka memang bersalah.

Sebuah wahyu yang mengejutkan terjadi, yang di satu sisi membuktikan bahwa dasar dari dakwaan itu tidak benar (mazbah tidak dapat berfungsi hanya sebagai tempat pengorbanan) dan, di sisi lain, mengungkapkan motivasi mereka yang sebenarnya. Ketakutan akan perpisahan dengan Israel, dan bukannya kemurtadan, adalah alasan yang sebenarnya dari tindakan mereka. Dengan demikian, pembangunan mazbah bukanlah bukti kemurtadan, seperti yang selama ini diduga. Sebenarnya, yang terjadi malah sebaliknya: mereka bertindak karena takut akan Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh suku-suku di sebelah barat Yordan. Dasar sejati dari kesatuan Israel bukanlah geografi atau luasnya tanah pusaka secara fisik, melainkan kesetiaan rohani mereka kepada kehendak Tuhan.

Kepedulian yang tulus dari suku-suku di wilayah barat sungai juga terungkap dalam kegembiraan otentik mereka saat suku-suku di sisi timur dipastikan tidak bersalah. Ketimbang merasa kalah oleh argumen saudara-saudara mereka, mereka justru menunjukkan kebahagiaan sejati bahwa kecurigaan mereka ternyata salah. Perang saudara di Israel pun terhindar dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah Anda menangani tuduhan palsu? Bagikan beberapa prinsip yang memandu sikap Anda. Sebagai inspirasi, baca Mazmur 37: 3-6, 34, 37.