Tuduhan ...
Berbeda dengan ayat 1, di mana suku-suku di sebelah timur disebut dengan bentuk yang biasa (suku Ruben, suku Gad, dll.), di sini digunakan ungkapan yang berbeda: "bani Ruben," "bani Gad," dan "setengah suku Manasye," yang berbeda dengan “bani Israel" ( Yos. 22: 11, NASB), yang dengan demikian merepresentasikan sebuah entitas yang berbeda.
Dalam narasi tersebut, ungkapan "seluruh jemaat Israel" hanya merujuk kepada sembilan setengah suku Yordan Barat, menggarisbawahi keretakan yang terjadi di antara kedua kelompok tersebut. Memang, pertanyaan yang mendasari kisah selanjutnya adalah apakah suku-suku di sisi timur Sungai Yordan dapat dilihat sebagai orang Israel.
Kita akan mengharapkan akhir yang mulus dari kisah ini; namun, ketegangan muncul ketika suku-suku dari timur dilaporkan telah mendirikan mazbah di tepi Sungai Yordan. Teks di sini tidak memberikan alasan untuk tindakan tersebut, dan juga tidak menjelaskan fungsi mazbah atau aktivitas spesifik yang terkait dengannya. Kerancuan mengenai makna mazbah ini semakin bertambah jika kita mengamati kilas balik ke penyeberangan Sungai Yordan yang pertama, di pasal 3 dan 4, di mana seluruh bangsa Israel memasuki tepi Sungai Yordan untuk menyeberang ke daratan Kanaan. Di sini sebagian orang Israel datang ke wilayah Sungai Yordan, tetapi sekarang menyeberangi sungai ke arah yang berlawanan.
Dalam kedua kasus tersebut, sebuah bangunan batu didirikan. Yang pertama berfungsi sebagai tugu peringatan, sedangkan yang kedua dianggap sebagai altar yang mengesankan. Pertanyaan yang pasti muncul di benak kita adalah: "Apa maksud dari batu-batu ini?" (bandingkan dengan Yos. 4: 6, 22). Apakah mazbah ini dibangun untuk pengorbanan, atau hanya sebagai tugu peringatan? Apakah suku-suku lain ini sudah mulai jatuh ke dalam kemurtadan?
Kurangnya konsultasi dengan Yosua, Eleazar, atau para pemimpin suku menciptakan ruang untuk kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik yang mengerikan.