Pendalaman
"Misi Kristus tidak dipahami oleh orang pada zaman-Nya…. Tradisi-tradisi, lambang-lambang, dan peraturan-peraturan manusia menudungi pelajaran-pelajaran yang hendak disampaikan Allah. Lambang-lambang dan adat istiadat yang diagung-agungkan itu telah menjadi suatu rintangan kepada pengertian dan praktik mereka mengenai keagamaan yang besar. Dan ketika kenyataan yang sesungguhnya datang, yakni Kristus, mereka tidak mengenal di dalam Dia kegenapan segala lambang-lambang upacara mereka, inti dari segala bayangannya. Mereka menolak yang asli, lalu berpaut kepada lambang-lambang serta upacara-upacara yang sia-sia. Putra Allah telah datang, tetapi mereka tetap saja meminta suatu tanda. Berita, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat” ( Matius 3: 2) dijawab dengan permintaan tanda mukjizat. Injil Kristus merupakan batu sandungan bagi mereka sebab mereka menuntut tanda-tanda gantinya seorang Juruselamat. Mereka mengharapkan Mesias supaya membuktikan pengakuan-Nya dengan tindakan-tindakan yang gagah perkasa, untuk mendirikan kerajaan-Nya di atas reruntuhan kerajaan-kerajaan dunia. Harapan-harapan seperti ini dijawab Kristus dalam bentuk perumpamaan seorang penabur. Bukan dengan kekuatan angkatan bersenjata, bukan pula dengan kekerasan, kerajaan Allah dimenangkan, melainkan dengan jalan menanamkan prinsip yang baru dalam hati manusia”—Ellen G. White, Pelajaran dari Perumpamaan Kristus, hlm. 20, 21.
"Gereja membutuhkan Kaleb dan Yosua yang setia, yang siap untuk menerima kehidupan kekal dengan syarat ketaatan sederhana kepada Allah. Gereja kita menderita kekurangan pekerja. Dunia adalah ladang kita. Para misionaris dibutuhkan di berbagai kota dan desa-desa yang lebih terikat oleh penyembahan berhala daripada orang-orang kafir di Timur, yang belum pernah melihat terang kebenaran. Roh misionaris sejati telah meninggalkan gereja-gereja yang membuat pengakuan yang begitu agung; hati mereka tidak lagi bercahaya dengan kasih kepada jiwa-jiwa dan kerinduan untuk memimpin mereka ke dalam pangkuan Kristus. Kita menginginkan para pekerja yang sungguh-sungguh. Tidak adakah yang menanggapi seruan yang naik dari setiap penjuru: 'Datanglah … dan tolonglah kami?""-Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 156.
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi: