Yosua, Sang Tipe
Seperti yang kita temukan di pekan pertama, Yosua ditampilkan sebagai Musa baru yang, dalam kehidupan generasi kedua, mengulangi langkah-langkah paling penting mengenai Eksodus dari Mesir. Sama seperti Musa, dia ditugaskan melalui perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Di bawah kepemimpinan keduanya, ketenaran Israel di antara bangsa-bangsa menimbulkan rasa takut. Musa memimpin Israel menyeberangi Laut Teberau, sementara Yosua memimpin Israel menyeberangi Sungai Yordan secara ajaib. Kedua pemimpin tersebut diingatkan akan pentingnya sunat dan Paskah. Manna mulai turun pada zaman Musa, dan berakhir pada zaman Yosua. Keduanya diperintahkan untuk melepaskan sandal mereka. Tangan kedua mereka yang terulur menandakan kemenangan bagi Israel. Musa memberikan instruksi pembagian tanah dan pendirian kota-kota perlindungan. Yosua melaksanakan instruksi tersebut. Keduanya memberikan pidato perpisahan kepada bangsa itu dan memperbarui perjanjian umat di akhir pelayanan mereka.
Kehidupan Yosua adalah penggenapan sebagian dari nubuat yang dibuat oleh Musa ( Ul. 18: 15, 18). Namun, nubuat Musa belum menggenapi dalam arti yang sepenuhnya. Dalam arti yang sepenuhnya, nubuat tersebut hanya dapat dicapai (atau digenapi) oleh Mesias. Dia mengenal Bapa secara intim ( Yoh. 1: 14, 18); Dia benar dan menyatakan Allah dengan jujur ( Luk. 10: 22, Yoh. 14: 6, Mat. 22: 16). Allah sungguh-sungguh menaruh firman-Nya di dalam mulut-Nya ( Yoh. 14: 24). Jadi, kehidupan Musa dan Yosua menjadi gambaran Yesus, Sang Mesias yang akan datang.