Yosua Sejati, Sang Antitipe
Kisah Yosua harus dilihat melalui prisma tipologi. Peperangan yang dilakukan oleh Yosua adalah peristiwa bersejarah, yang merupakan bagian penting dari sejarah Israel. Tujuan dari semua perang ini adalah agar bangsa Israel dapat mendiami Tanah Perjanjian, di mana mereka dapat menikmati warisan yang telah ditentukan dengan damai dan membangun sebuah masyarakat baru yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Tuhan.
Kemudian, para penulis Perjanjian Lama, seperti Yesaya, menggambarkan pekerjaan Mesias juga adalah membagikan “tanah pusaka yang sunyi sepi kepada umat-Nya]" ([Yes. 49: 8</span>, NIV), dengan menggunakan terminologi yang sama yang sering digunakan dalam kitab Yosua. Sebagaimana tugas Yosua adalah membagi-bagikan tanah kepada bangsa Israel, demikian juga Mesias, yang digambarkan sebagai Yosua baru, memberikan warisan rohani kepada umat Israel baru.
Para penulis Perjanjian Baru menyajikan banyak aspek dari pelayanan Yesus Kristus dalam kaitannya dengan pekerjaan Yosua. Sebagaimana Yosua melangkah masuk ke Kanaan setelah 40 tahun di padang gurun, demikian pula “Yosua antitipikal", yaitu Yesus, memasuki pelayanan-Nya di bumi setelah 40 hari di padang gurun ( Mat. 4: 1-11, Luk. 4: 1-13) dan pelayanan surgawi-Nya setelah 40 hari di padang gurun di bumi ini ( Kis. 1: 3, 9-11; Ibr. 1: 2).
Setelah pembaptisan Yesus di Sungai Yordan ("menyeberangi sungai Yordan" [Mat. 3: 13-17, Mrk. 1: 9-11</span>]), para penulis Injil mengutip <span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="Mazmur 2: 7 dan Yesaya 42: 1" data-sspm="Ps27,Isa421" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> Mazmur 2: 7 dan Yesaya 42: 1</span>, mazmur Mesianis dan lagu tentang Hamba Yahwe yang Menderita (<span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="Mat. 3: 17, Mrk. 1: 11, Luk. 3: 22" data-sspm="Matt317,Mark111,Luke322" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> Mat. 3: 17, Mrk. 1: 11, Luk. 3: 22</span>). Oleh karena itu, melalui pembaptisan-Nya, Yesus ditampilkan sebagai pejuang Ilahi yang akan melalui kehidupan yang penuh ketaatan, bahkan sampai mati—mengobarkan peperangan Yahwe melawan kekuatan-kekuatan jahat. Kehidupan dan kematian-Nya di kayu salib membawa pengusiran Iblis, memimpin penaklukan atas musuh-musuh rohani kita, memberikan kelegaan rohani bagi umat-Nya, dan memberikan warisan bagi mereka yang telah ditebus (<span class="bible-ref-badge tag is-info is-light font-semibold my-1" data-bible-ref="Ef. 4: 8; Ibr. 1: 4; Ibr. 9: 15" data-sspm="Eph48,Heb14,Heb915" style="display: inline-flex; align-items: center; gap: 0.25rem; cursor: pointer;"><i class="bx bx-book-open"></i> Ef. 4: 8; Ibr. 1: 4; Ibr. 9: 15</span>).