Penganiayaan Gereja Mula-Mula
Bukan hanya Perjanjian Lama yang memberi kita pendahuluan untuk peristiwa-peristiwa terakhir, tetapi Perjanjian Baru juga. Hidup tidak mudah bagi orang Kristen abad pertama. Mereka pertama-tama dibenci oleh banyak rekan agama mereka sendiri, yang melihat mereka sebagai ancaman terhadap iman Musa. Mereka juga menghadapi murka Kekaisaran Romawi yang kafir. "Kuasa-kuasa dunia dan neraka mempersiapkan diri mereka melawan Kristus dalam pribadi pengikut-pengikut-Nya. Kekafiran melihat, jika Injil menang, maka kuil-kuil dan mezbah-mezbahnya akan dimusnahkan. Oleh sebab itu ia memerintahkan pasukan-pasukannya untuk membinasakan Kekristenan. Api penganiayaan telah dinyalakan"- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 41.
Ada satu cerita dalam kitab Kisah Para Rasul yang menunjukkan, dengan sangat kuat, apa yang mungkin diharapkan umat Allah saat kita menuju skenario yang ditemukan dalam Wahyu 13.
Yakobus telah dipenggal, dan Petrus akan menjadi yang berikutnya; ada hukuman mati terhadap orang Kristen. Mungkin salah satu aspek yang paling luar biasa dari cerita ini dapat ditemukan dalam kenyataan bahwa Petrus sedang tidur pada malam yang seharusnya menjadi malam terburuk dalam hidupnya- begitu nyenyak sehingga malaikat itu benar-benar harus menepuknya untuk membangunkannya!
Petrus, tentu saja, secara ajaib dibebaskan dan menemukan jalannya ke pertemuan orang-orang percaya yang kesulitan percaya bahwa dia benar-benar telah dibebaskan, meskipun mereka sementara berdoa. Alkitab mengatakan bahwa mereka tercengang-cengang- yang membuat orang bertanya-tanya seberapa sering kita berdoa dan hampir tidak berani percaya bahwa Tuhan benar-benar akan menjawab kita.
Beberapa orang percaya dibebaskan, yang lain dibunuh. Saat kita mendekati akhir zaman, hal yang sama akan terjadi. Bahkan Petrus, meskipun dibebaskan saat itu, akhirnya mati karena imannya. Yesus sendiri bahkan mengatakan kepadanya: "Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.' Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: 'Ikutlah Aku" ( Yoh. 21: 18, 19).