Daniel 2 dan Pendekatan Historis terhadap Nubuatan
Salah satu nubuatan yang paling berkuasa dalam seluruh Kitab Suci adalah Daniel 2. Ditulis lebih dari lima ratus tahun sebelum Kristus, sang nabi menetapkan sejarah dunia, mulai dari zamannya di Babel, dan kemudian melalui Media-Persia, Yunani, Roma, dan perpecahan Roma menjadi bangsa-bangsa Eropa modern seperti yang ada hari ini.
Faktanya, berbicara tentang negara-negara Eropa ini, satu ayat mengatakan bahwa "mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat" ( Dan. 2:43). Nubuatan ini telah digenapi dengan luar biasa. Artinya, terlepas dari segala macam perkawinan campur antara orang-orang (dari pangeran hingga orang biasa) di negara-negara ini, mereka tetap terbagi.
Misalnya, kerajaan Inggris disebut Rumah Windsor, nama Inggris yang bagus. Namun, nama itu merupakan perkembangan yang relatif baru- sebenarnya tahun 1917. Sebelumnya, keluarga itu disebut Saxe-Coburg-Gotha, nama yang sangat khas Jerman, karena banyak bangsawan Inggris- melalui percampuran "dengan keturunan manusia"- adalah saudara sedarah dengan orang Jerman. Namun, ikatan darah itu tidak cukup untuk menjauhkan mereka dari perang, jadi, selama Perang Dunia I, ingin memisahkan diri dari musuh yang mereka benci, mereka mengubah nama menjadi Rumah Windsor.
Nubuatan apokaliptik dalam Daniel semuanya mengikuti landasan yang ditetapkan dalam Daniel 2. Artinya, sisa dari nubuatan-nubuatan ini, seperti Daniel 2, mengikuti urutan kerajaan dunia satu demi satu sampai Tuhan mendirikan kerajaan-Nya yang kekal (lihat Dan. 2: 44; Dan. 7: 13, 14). Dengan kata lain, nubuatan-nubuatan itu melalui sejarah dalam urutan kerajaan yang tak terputus, dimulai pada zaman kuno dan berakhir di masa depan, bahkan hingga zaman kita. Ini adalah pendekatan historis untuk menafsirkan nubuatan dan itulah yang dituntut oleh ayat-ayat tersebut. Penggunaan pendekatan historis ini sangat penting untuk memahami peristiwa-peristiwa akhir zaman, terutama seperti yang digambarkan dalam kitab Wahyu.