Tuhan adalah Gembalaku. Mazmur 23:1

Search Now!
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
Contact Info
Phone
Location Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Follow Us
2025-02 Pelajaran 12 14 Jun 2025 - 20 Jun 2025

Para Pendahulu

Ayat Hafalan

"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1: 7)."

Bacaan Pekan Ini: Dan. 2: 31- 45; Dan. 3: 1- 12, 17, 18; Why. 13: 11- 17; Rm. 1: 18- 25; Kisah Para Rasul 12: 1- 17; Mat. 12: 9- 14.

Senin (Hari #3) 16 June 2025

Menyembah Patung

Betapa pun besarnya kesetiaan Nebukadnezar, terkesan dengan apa yang Daniel telah lakukan, pada awalnya ditujukan kepada Daniel dan Allahnya (lihat Daniel 2, khususnya ayat 46- 48), itu tidak bertahan lama.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Daniel 3: 1-12. Signifikansi apakah yang dapat ditemukan dalam kenyataan bahwa patung itu seluruhnya terbuat dari emas dan bahwa raja menuntut agar itu disembah?

Raja menggarisbawahi pembangkangannya terhadap pekabaran Allah dengan membangun sebuah patung yang dibuat seluruhnya dari emas. Pesannya? Babel tidak akan pernah jatuh, dan Nebukadnezar akan selalu menjadi raja. Dan siapa pun yang berani menantang gagasan itu akan dihukum mati. Ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat bahwa keinginan manusiawi kita untuk menentukan nasib sendiri dapat dengan cepat membutakan kita dari kebenaran tentang bagaimana pertentangan besar pasti akan terjadi.

Dalam beberapa hal, Nebukadnezar menyerupai karakteristik Lusifer: dia ambisius, mementingkan diri sendiri, dan sombong untuk memberontak secara terbuka melawan otoritas Allah. Dengan cara lain, tentu saja, ada perbedaan yang mencolok: Nebukadnezar akhirnya menjadi percaya kepada Tuhan yang benar, dan kemungkinan besar kita akan bertemu dengannya di kerajaan yang awalnya dia lawan dengan sangat keras untuk ditentang.

Pertanyaan Diskusi:
Bacalah Daniel 3: 17, 18, kata-kata dari tiga laki-laki Ibrani yang menentang raja. Apakah yang diajarkan hal ini kepada kita tentang iman dan apakah yang kadang-kadang dituntutnya dari kita?

Pikirkan betapa mudahnya ketiga orang ini merasionalisasi jalan keluar mereka dari situasi berbahaya ini. Lagi pula, bukankah mereka fanatik, rela dibakar hidup-hidup hanya karena tidak sujud? Tidak bisakah mereka memalsukannya, membungkuk untuk mengikat tali sepatu mereka sambil berdoa kepada Allah mereka sendiri Apakah itu benar-benar layak untuk apa yang mereka hadapi? Pikiran mereka sangat jelas, bahkan kata-kata mereka menunjukkan kalau mereka tahu bahwa hal ini mungkin tidak akan lolos dari hidup mereka.

Pertanyaan Diskusi:
Bagaimanakah kita dapat menghindari rasionalisasi mudah yang memberi kita kesempatan untuk berkompromi dengan iman kita? Apakah yang dikatakan ayat ini yang membahas pencobaan serupa: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar" ( Luk. 16: 10)?